Selasa, 18 September 2007

Di Balik Impiannya

M. Saifun salakim


Impiannya dia tidurkan dengan bantal lautan
Mengombak, berbuih-buih tebal
Memutih, berbadai mengalun sepi
Padahal masih ada rembulan dalam laci
Masih utuh tak pernah ada cacat sedikitpun

Tumpukan kerinduan memporakporandakan pantai rasa
Siang ini, di kala mentari tepat bersujud di kepala
Impian melumer di otak kekerasan dalam kelembutan

Anak kecil menyeringaikan gigi bungsunya
Menelan harapan yang terdampar di butir-butir air
Mencium betis-betis tanpa beban
Berlari ke sana kemari
Basah di dahi bersujud simpuh
Dia masih tak bersenda hari

Pontianak, 18092007 (11.44)

0 komentar: