Kamis, 20 September 2007

Haru Biru Sebuah Sisir

Oleh : M. Saifun salakim

Sebuah sisir menangisi hujan
Yang tidak henti-hentinya
Memarahi waktu yang mengalir
Di detak jantungnya

Puluhan ribu senyuman beku pecah dari kelopaknya
Bangkit dan membangunkan keinginannya yang terlepas
Berikan semangat pada sisir-sisir yang membiru jiwanya
Hingga sisir-sisir itu dapat menangkap sisa isaknya
Tatkala senandung hujan tinggal kerontangnya

Meja Kaca (PTK), 13042006

0 komentar: