Jumat, 21 September 2007

Kusam Kebiruan

Oleh: M. Saifun salakim

Kusam membiru menjamah Indonesia
Penuh rentan-rentan membentang lajur
Dari rekah-rekahan tanah menganga
Dari deruan air menaiki puncak rumah
Dari dahak-dahak kental gunung merapi
Memberikan bercakan-bercakan berbekas
Memberikan tangis dan tawa bercampur rasa tuba

Di sela-sela itu belasan tenda menjamur
Menengadahkan tangan mengharapkan kasih
Memberi antarsesama saudara
Untuk meringankan beban penderitaan ini
Terlalu berkarat dihantam derita bertubi-tubi

Ini suatu pertanda apaan
Disini terjadi gejala sindrom apaan
Hingga kusam membiru selalu menjamahnya

Mungkinkah ini adalah suatu anugerah terpendam
Atau teguran hikmah untuk menyadarkan
Kegilaan berlebihan dari kita
Yang telah dilakukan sebelum ini
Sebagai bukti cinta tuhan mengasihinya
Lewat denyutan puisi antiknya
Yang menyebar kini

Pontianak, 03072006

0 komentar: