Sabtu, 22 September 2007

Memang Begitu

Oleh: M. Saifun salakim

Memang begitulah malam tak mampu bercinta
Dengan matahari
Padahal cintakan adalah milik semua mahluk
Ketulusan tuhan yang disebarkannya

Angkuhkah matahari
Hingga mengabaikan patah arang
Teja darah yang membelenggu akar rindu
Lalu tinggal setitik pengabdian
Malam untuk disabdakan pagi
Hadirkan percintaan pada fajar

Memang begitulah matahari tak mampu bercinta
Dengan matahari
Karena dia sudah luruh kesadarannya
Di kesejukan tatapan maha memberi
Begitu lembut membuatnya insaf
Bahwa cinta satu untuk milik berpadu bibir saru
Bukan matahari. Bukan bintang. Bukan rembulan.
Hanya kembang sufi tumbuh mengembang
Di mekarnya hati kegilaan dalam waras
Pontianak, 19092006

0 komentar: