Kamis, 20 September 2007

Nasihat Nasi

Oleh : M. Saifun salakim

“Hentikan ceriwismu,” berang sambal kepanasan
karena tubuhnya dilumuri piring-piring kotor
penuh coreng moreng tak terurus
“Sudahlah. Tak perlu berkelat lidah,” tengahi nasi
yang hampir habis karbonnya
digesek, dikikis, dan digerus pudar
waktu mempreteli tak berbaju hati
“Syukurlah jiwa berasa di rezeki,” tingkahnya selanjutnya.

Meja Kaca (PTK), 17042006

(Dipublikasikan di Equator, 4 Juni 2006)

0 komentar: