Kamis, 20 September 2007

PERLUNYA PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SEKOLAH

Oleh : Sarifudin, S.Pd.

Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas semakin menjadi trend untuk dilakukan para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran dan proses belajar mengajar, Penelitian Tindakan Kelas berkembang sebagai suatu penelitian terapan. Mengapa dinamakan penelitian terapan? Karena Penelitian Tindakan Kelas dilakukan melalui tahapan demi tahapan untuk mencapai hasil yang diinginkan, yaitu keberhasilan dalam peningkatan proses dan hasil belajar siswa di kelas. Oleh karena itu, tahapan-tahapan yang ada dalam Penelitian Tindakan Kelas harus dilakukan dengan baik, agar guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain. Dengan cara menerapkan berbagai teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Bahkan guru-guru dianjurkan sekali mencari teori dan teknik pembelajaran yang mampu membawa perubahan pada peningkatan proses dan hasil belajar siswa di kelas. Itu baru dikatakan guru yang inovatif, kreatif, dan reformatif. Selain itu, guru yang juga dikatakan sebagai penerap penelitian terapan tidak usah merasa terganggu untuk melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar di kelas dan guru pun tidak perlu meninggalkan siswanya, karena hanya untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Tetap saja laksanakan sesuai dengan tahapan yang sudah ada. Jadi dalam hal ini penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi guru di lapangan.

A. PENELITIAN TINDAKAN KELAS BEGITU PENTINGNYA
Penelitian Tindakan Kelas ialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai dengan penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukannya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam kelas ada kelompok kelas dan warganya yang dihuni beragam-ragam siswa yang memiliki kemauan dan keinginan yang berbeda-beda. Dalam kelompok kelas itu juga akan mengindikasikan pada kita bahwa dalam kelompok kelas itu setidaknya akan bermuncullan masalah yang harus segera diatasi. Untuk itulah, sangat diperlukan langkah-langkah tepat dan jitu untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Yang ujung tombak pelaksanaannya adalah guru. Langkah-langkah yang tepat dan jitu yang harus dilakukan guru untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut yaitu dengan cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas demi untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran siswa serta untuk meningkatkan profesionalitas guru itu sendiri. Oleh karena itu, Penelitian Tindakan Kelas memang begitu diperlukan oleh guru yang selalu berkecimpung dengan dunia kelas. Penelitian Tindakan Kelas juga merupakan suatu kebutuhan guru untuk meningkatkan profesionalitasnya sebagai guru. Alasannya karena :
1. Penelitian Tindakan Kelas sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Guru menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang guru dan siswa lakukan.
2. Penelitian Tindakan Kelas meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai seorang praktisi yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakannya selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun dia bisa menempatkan dirinya sebagai peneliti di bidangnya.
3. Guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu pengkajian yang terdalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya.
4. Penelitian Tindakan Kelas tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya.
Selain itu, sebagai suatu paradigma yang layak untuk dikembangkan menjadi sebuah wahana bahwa Penelitian Tindakan Kelas memiliki karakteristik berbeda dengan penelitian yang lain. Oleh karena itu, Penelitian Tindakan Kelas dapat dimasukkan ke dalam penelitian yang berjenis kualitatif. Sebab dalam Penelitian Tindakan Kelas ketika data akan dianalisis digunakanlah pendekatan kualitatif tanpa adanya perhitungan statistik dan penelitian ini diawali dengan adanya perencanaan, adanya perlakuan terhadap subjek penelitian, dan adanya evaluasi terhadap hasil yan dicapai sesudah adanya perlakuan. Biar lebih jelasnya, perbedaan Penelitian Tindakan Kelas dengan penelitian yang lain maka dapat diutarakan karakteristik yang dimiliki Penelitian Tindakan Kelas antara lain :
Adanya kritik refleksi, yang merupakan sebuah langkah yang berusaha mengoptimalkan upaya refleksi terhadap hasil pengamatan mengenai latar (tempat, waktu, dan suasana) dan kegiatan dalam suatu perbuatan. Dalam upaya refleksi ini juga adanya upaya kritikan sehingga memungkinkan adanya evaluasi terhadap perubahan-perubahan yang mendasar atau signifikan.
Adanya kritik dialektis, yang mengharapkan guru bersedia melakukan kritikan terhadap fenomena atau gejala-gejala yang ditelitinya yang selanjutnya guru tersebut melakukan pemeriksaan terhadap konteks hubungannya secara menyeluruh yang merupakan satu unit dan merupakan suatu struktur kontrakdiksi internal.
Adanya kolaboratif, yang menghadirkan suatu kerjasama yang baik dengan pihak-pihak lain seperti Kepala Sekolah, sesama guru dan sebagainya. Kesemuanya itu diharapkan dapat dijadikan sumber data. Karena Penelitian Tindakan Kelas merupakan bagian dari situasi dan kondisi dari suatu latar yang ditelitinya. Guru tidak hanya sebagai pengamat, tetapi dia juga terlibat langsung dalam suatu proses situasi dan kondisi. Bentuk kerjasama atau kolaborasi di antara para anggota situasi dan kondisi itulah yang menyebabkan suatu proses penelitian itu dapat berlangsung dengan baik.
Adanya risiko, yaitu saat melakukan Penelitian Tindakan Kelas seorang guru dituntut berani mengambil risiko, terutama pada waktu proses penelitian berlangsung. Risiko yang mungkin akan dialaminya adalah melesetnya perkiraan dan hipotesis awal dan adanya tuntutan untuk melakukan transformasi (perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik).
Adanya susunan jamak, maksudnya Penelitian Tindakan Kelas memiliki struktur jamak atau banyak, karena penelitian ini bersifat dialektis, reflektif, partisipatif, atau kolaboratif. Susunan jamak ini berkaitan dengan pandangan bahwa fenomena yang diteliti harus mencakup semua komponen pokok supaya bersifat komprehensif.
Adanya internalisasi teori dan praktik, yang lebih menekankan keberadaan teori yang hanya diperuntukkan untuk praktik, begitu pula sebaliknya sehingga keduanya dapat digunakan dan dikembangkan bersama.
Pada dasarnya dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh guru harus diawali dulu dengan suatu tahapan pra-Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi: identifikasi masalah, analisis masalah, dan rumusan hipotesis tindakan. Tahapan pra-Penelitian Tindakan Kelas ini sangat esensial untuk dilaksanakan sebelum suatu rencana tindakan selesai disusun. Tanpa tahapan ini suatu proses Penelitian Tindakan Kelas akan kehilangan arah dan arti sebagai suatu penelitian ilmiah. Selanjutnya barulah guru melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari empat tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan, yaitu :
1. Perencanaan (planning) Tindakan
Dalam tahapan ini segala keperluan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas mulai dari materi atau bahan ajar, rencana pembelajaran yang mencakup metode atau teknik mengajar, serta teknik dan instrumen observasi atau evaluasi dipersiapkan secara matang. Selain itu, dalam tahapan ini juga diperhitungkan segala kendala yang mungkin timbul pada saat implementasi berlangsung.
2. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Tahapan ini merupakan implementasi (pelaksanaan) dari semua rencana yang telah dibuat. Tahapan ini berlangsung di dalam kelas. Langkah-langkah yang dilakukan guru tentu saja mengacu pada kurikulum yang berlaku dan hasilnya diharapkan berupa peningkatan proses dan hasil belajar siswa serta keefektivitasan guru.
3. Pengamatan Tindakan (Observasi)
Tahapan ini merupakan tahapan untuk melakukan kegiatan observasi yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Data yang dikumpulkan pada tahapan ini berisi tentang pelaksanaan tindakan dan rencana yang sudah dibuat serta dampaknya terhadap proses dan hasil instruksional yang dikumpulkan dengan alat bantu instrumen pengamatan yang dikembangkan oleh guru.
4. Refleksi Terhadap Tindakan (Reflecting)
Tahapan ini merupakan tahapan untuk memproses data yang didapat pada saat melakukan pengamatan. Proses refleksi ini memegang peran yang sangat penting dalam menentukan suatu keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas. Karena dengan adanya suatu refleksi yang tajam dan terpercaya akan didapatkan suatu masukan yang sangat berharga dan akurat bagi penentuan langkah tindakan selanjutnya
Pada awalnya memang untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ini tidak semudah yang kita bayangkan. Karena Penelitian Tindakan Kelas ini memerlukan komitmen dan kesabaran yang kuat dan tinggi. Kemampuan guru untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas harus mantap agar apa yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, yang hanya dapat dicapai dengan membiasakan diri untuk melaksanakannya. Oleh karena itu, sangat disarankan agar guru-guru segera mungkin mulai mencoba melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas di kelasnya masing-masing baik secara individu maupun secara berkerjasama dengan sesama guru yang ada. Dengan tetapnya dan berkesinambungannya guru dalam melaksanakannya, maka guru pun akan dapat mempertahankan predikatnya sebagai seorang profesionalis, ilmuwan, peneliti, dan penulis. Disamping itu, dengan mampunya guru melakukan Penelitian Tindakan Kelas secara tetap dan berkesinambungan akan menjadikan guru tersebut sebagai guru yang kreatif, kritis, reformis, transformis, dan inovatif. Semoga.

0 komentar: