Sabtu, 15 September 2007

Dua Ribu Dua Ratus Dua Puluh Satu

Oleh: M. Saifun salakim

Sepenggal lantunan telah mampu membuka
halaman demi halaman buku jiwa yang bergaris merah
Not-not keinsafan membaca apa yang tertulis di sana
Tak ada tanda pemberhentian.
Hanya rangkaian kata dalam doa

Padahal buku itu penuh lajuran sulit
Tak bisa dikompres dalam detak-detak
Kehidupan yang pernah dilaluinya

Bidadari kecil bermain di sudut ranjang
Pelupuk mata mengajaknya bercinta
Membuai impian yang jauh terbuang

Sepenggal lantunan semakin serik
Tak mampu lagi membuka halaman terakhir buku itu
Halaman dua ribu dua ratus dua puluh satu

Dia hanya memahami suatu hal
Dua ribu mempunyai nol tiga
Dua ratus mempunyai nol dua
Dua puluh mempunyai nol satu
Nol satu adalah bulat

Pontianak, 15092007

0 komentar: