Kamis, 13 September 2007

Bumi Tenggelam Di Pangkuan Ibunda

Oleh: M. Saifun salakim

Disaat kemilau memancar menembus dalam
Kalbu lempengan kaca gendewa
Yang sinarnya berbalik arah
Melabrak keangkuhan bumi yang tidak bisa
tafakur lagi
Karena raga dan seluruh nyawanya
Telah penuh dengan ulat-ulat yang menggeragoti

Disaat kemilau memancar menembus dalam
Kalbu lempengan kaca gendewa
Yang sinarnya melenyapkan
Warna hijau dan keunguan dalam tarikan
napas pelangi
Menghantarkan keikhlasan bumi
menenggelamkan dirinya
Pada pangkuan ibunda
Karena waktunya telah mencukupi dirinya
untuk kembali
Dengan iringan gemanya genta di padang sunyi

Kamar Sunyi, 8 Oktober 2001 (22.35)

0 komentar: