Kamis, 20 September 2007

Sebaris Doa Sunyi

Oleh : M. Saifun salakim

Doa sunyi termakan oleh sepi
Menggeletar dalam bokong besi
Melubangi daging, dada, jantung,
Wajah menerapinya

Lamban paruhnya bergerak merah
Menorehkan tatalan-tatalan bersejarah
Dijarah, diperah, dikembangdarahkan

Hari ini tak cukup lagi dibagikan roti-roti berisi
Habis rotinya sudah punya taring dan gigi sendiri
Untuk menerkam sisa-sisa audisi
Telah terpatri

Doa sunyi termakan oleh sepi
Tak bertamborin lagi, apalagi pakai dasi
Sebab dasi-dasinya telah menyimpul syaraf mati
Hari-harinya semakin tak berbentuk lagi

Doa sunyi lebih mulianya dikremasi
Sepi
Telah termakan oleh janji-janji

Pontianak, 27022006

0 komentar: