Jumat, 21 September 2007

Tamborin Hati

Oleh : M. Saifun salakim

Krecekan tamborin tumbuh di bawah akar hujan
Dari sepi sampai mendayu gerakan melaju
Orang-orang yang berpacu dengan angin
Singgah di perempatan
Memakan buah napas sesaat

Engkau menghadang dengan senyuman
Menggerus rasa kemanusiaan untuk memberi
Sedikit berbagi ragi yang tersisa di hati
Berbagi sesama
Keenakan yang telah dimiliki
Padanya
Terus saja ia melingkari buku
Gambar hidupnya
Dengan pena mata
Dan senyuman khasnya
Mengungkapkan ada segetir hidup berliku
Penuh tanjakan menaiki bukit
Berpanorama sendu
R. Sendiri (PTK), 25052006

0 komentar: