Kamis, 18 Oktober 2007

Baju Tompal-Tompel

Oleh: M. Saifun salakim

Sungguh manisnya baju tompal-tompel
Menawarkan cintanya lewat senyuman
Walau tikaman belati panas matahari napsu
Sering mencabik-cabik jantung kesadaran dirinya

Padahal kita bisa membagikan segelas susu itu
Dari ambing kelebihan kita yang selalu kebanjiran
Berlelehan terbuang percuma
Merengkahkan tanah keingkaran
Mengabaikan kejernihan hijau muda berlumut
Saat tertanam di bungkusan kelopak ari-ari ilahi

Sungguh manisnya baju tompal-tompel
Dikenakan wanita tua pada putaran waktu hatinya
Bergerak tersendat-sendat tak tentu arah
Dengan jarum panjangnya meraih impian
Dengan jarum pendeknya menerima kenyataan pahit
Berjalan tak berhenti sedetik rasa pun menanti

Ketika sayang diri membalikkan putaran imaji
Ketika seratus delapan puluh kasih berputar lincahnya
Barulah terbaca keindahan baju tompal-tompel itu
Yang kita temukan di kedalaman hati ini
Menjelma menjadi sosok sahabat sejati
Inilah kunci kasih sayang ilahi

Kursi Laptop (PTK), 18102007

0 komentar: