Selasa, 09 Oktober 2007

Kamuflase Diri

Oleh : M. Saifun salakim

Kecantikan zohir alias yang dibuat oleh tangan manusia, biasanya lebih menipu pandangan mata daripada kecantikan yang bersifat natural, orisinil, kodrati atau alami. Dijamin halal ditanggung beres seratus persen keabsahannya. Karena kecantikan kodrati adalah kecantikan yang dibuat, yang datang, dan yang diproduksi oleh Tuhan. Untuk itulah janganlah sampai kita dapat dikibuli atau dikelabui, disilaukan, dan dibutakan mata oleh kecantikan yang berarti visual atau kecantikan yang sifatnya fana atau sementara saja alias tidak abadi bin bisa saja rusak atau bisa saja pudar, puyar, serta bisa saja hilang kecantikannya yang dia dambakan itu. Karena biasanya segala sesuatu yang dibuat oleh tangan manusia pasti ada kelebihannya, kelemahannya, kekurangannya, serta ada cacatnya. Semua ini sesuai dengan peribahasa berikut ini: tak ada gading yang tak akan retak atau tak ada luka yang tidak meninggalkan bekas.
Kecantikan zohir biasanya dibuat oleh tenaga ahli yang sangat profesional sekali atau pakar dalam bidang tersebut. Yang mengandalkan atau memanfaatkan alat teknologi mutakhir sekarang ini. Sudah sangat maju begitu cepat, pesat, dan drastis serta bahkan dikatakan lebih modern, lha yaw! Sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk memperias, memperindah, dan mempercantik diri dengan alat teknologi tersebut. Disebabkan alat teknologi tersebut bisa membuat apa saja, agar orang kelihatan ayu, anggun, menawan, menarik, seksi, bahenol, montok, mulus, mengandung sensasi serta membuat badannya ramping, langsing atau singset, kayak badan piano. Senyumnya manis melebihi manis madu. Bibirnya menawan, merekah, dan menggairahkan bak buah delima. Matanya lentik, bersinar cemerlang dan menggetarkan iman kayak jarum superstar. Bodinya seksi kayak kitiran baling-baling pesawat terbang. Pahanya yang putih mulus serta membunjul indah penuh daya pesona. Betisnya putih, mulus, membunjul indah dan membunting padat kayak isi dalam labu air dan batang padi. Jalannya yang berlenggang-lenggok serta menimbulkan daya pesona membuat iman siapa saja, khususnya para lelaki keder juga atau mau rontok seketika atau mau luruh saja. Kalau kagak kuat mengendalikannya. Terperangkaplah kita maupun anda dalam jebakan maut mengandung luka. Manis di luar, pahit di dalam. Laksana sebuah permainan dalam nuansa yang berbentuk ular berkepala dua atau munafik alias hipokrit.
Sayang sungguh disayang. Kecantikan yang dibuat atau diciptakan alat mutakhir itu disalahgunakan oleh si pemakainya. Dengan maksud dan tujuan untuk menarik hati dan menipu pandangan mata serta untuk mengelabui hati sanubari si pembeli obralan. Mereka sungguh rela mengorbankan mahkota yang paling berharga bagi seorang wanita, dengan mengesampingkan rasa malunya dan ada juga yang hanya sebuah tipuan berbau busuk, kotor, dan najis. Padahal mahkota yang mereka punya tidak disentuh atau dijamah sedikitpun. Dikarenakan si pembeli obralan telah terhanyut dengan sebotol minuman keras yang dapat membuat orang lupa segala-galanya. Semua itu si penjual obralan lakukan hanya untuk mendapatkan uang sebuku, harta yang melimpah ruah, kekayaan yang menggunung, yang hanya dapat diukur dengan materi saja.
Si penjual obralan melakukan semua ini juga dengan landasan untuk memuaskan kebutuhan lahiriahnya saja, tetapi kebutuhan rohaniahnya seakan-akan mereka tak pedulikan lagi.
Apakah kamu sadar dengan perbuatan yang barusan kamu lakukan ini? Mungkinkah tidak ada rasa bersalah di lubuk hatimu yang dalam saat engkau melakukan perbuatan itu? Apakah mata hatimu sudah dibutai dan dikelabui oleh silaunya kehidupan alam duniawi ini? Mungkin saja. Disebabkan dirimu tidak dapat lagi membedakan yang mana boleh dilakukan dan yang mana tidak boleh dilakukan. Atau mungkin saja kamu telah tertipu karena kepolosanmu, keluguanmu, menerima ajakan tanpa filter diri dan kamu juga belum memikirkan dampak negatif yang diakibatkan oleh perbuatan itu di kemudian harinya. Membuatmu menyesal seumur hayatmu. Setelah kamu merasakan setitik cahaya putih yang masuk dan meresap dalam hatimu sampai ke pori-pori pembuluh darahmu. Di situlah kamu akan menyatakan keinsafanmu akan semua kesalahan dan dosa yang pernah kamu lakukan, serta menyadarkanmu dari bayangan semu dan hampa. Dikarenakan pengejaran dan pencarianmu selama ini kamu lakukan adalah sebuah tabir kepalsuan.
Si pembeli obral pun tertipu oleh pandangan matanya sendiri. Disebabkan dirinya tak dapat lagi membedakan mana yang asli dan yang mana buatan. Sial deh orang yang punya sikap macam begitu. Yang langsung saja terbujuk rayuan manis yang mengandung racun. Rayuan berbisa yang penuh durinya. Tanpa diselidiki terlebih dahulu. Apakah hal itu menguntungkan baginya? Kalau dilihat secara sepintas lalu. Apakah hal itu merugikannya? Kalau kita mau melihatnya secara mendalam dan tersirat. Mereka tak dapat memikirkan hal tersebut lebih jauh lagi. Karena pandangan mata dan hati mereka sudah ditipu oleh si penjual obralan, si penjual harga diri, si penjual cinta dengan harta, si penjual lelangan seribu tiga. Manis di bibir pahit di hati.
Kebanyakan orang-orang lebih menyukai dan menyenangi kecantikan zohir atau kecantikan yang berarti visual, yang tidak mungkin sama dengan kepribadian orang yang memakainya. Tetapi ada juga kecantikan zohir yang sama dengan kepribadian si pemakainya. Karena orang itu mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Ia makin tambah bersyukur apabila dengan usahanya itu ia makin bertambah cantik dan menawan. Di dalam hatinya tidak ada terbetik rasa sombong dan angkuh. Itu jarang sekali terjadi atau sangat langka.
Orang baru sadar, insaf, dan menyesal apabila mereka sudah merasakan atau mengalami sebuah kegagalan yang teramat pahit. Yang lebih pahit dari air kopi tanpa gula. Atau lebih pahit dari pucuk daun sambiloto atau mengkudu. Yang lebih getir dari kesialan nasib. Sebelumnya hal tersebut tidak pernah merek rasakan. Sekarang mereka baru merasakannya.
Sekarang barulah mereka merasa menyesal terlalu. Mengalami kegagalan yang sempat menggoncang perasaan mereka. Karena kegagalan itu sungguh pahit dan getir mereka rasakan sampai menusuk ke sum-sum dan mengiris kalbu mereka, menjadi tersayat-sayat dan terluka. Sesekali hati mereka merutuk habis-habisan dan tak ketinggalan air mata mereka memberojol keluar dengan tersedu-sedu. Pilu. Menyesali langkah yang terlanjur mereka tempuh, sembari menggigit jarinya, mengetuk-ngetuk kepalanya, menghempaskan badannya turun naik sepertik anak kecil saja. Napas mereka ngos-ngosan tak beraturan dan kalang kabut. Sedang apaan dong? Lagi frustasi dan menyesal ya? Makanya kata orang jangan ikuti kemauan hatimu yang picik, tetapi menyakitkan dan menyengsarakan. Begitu lebih baik, sebelum kamu sampai ke puncak penyesalannya. Kata orang : lebih baik ada penyesalan daripada tak ada rasa penyesalan sama sekali.
Sekarang kamu baru tahu akibat ulahmu sendiri. Modarlah. Eh, kurang mampus aja kamu. Maaf sedikit emosi. Tapi meninggal dunia saja.
Kalau kamu sudah meninggal dunia maka kamu tidak akan memikul lagi beban penderitaanmu dalam bentuk apapun. Mungkin kalau itu urusan di dunia, tetapi kalau urusan di akhirat, belum selesai. Kamu harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatan yang telah kamu lakukan selama di dunia. Di negeri akhirat tidak ada jalan untukmu dapat membebaskan diri. Karena semuanya sudah kehendak-Nya.
Syukurlah sekarang anda benar-benar tobat nasuha. Semoga saja kamu di waktu yang akan datang tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Semoga saja tobatmu diterima Allah SWT. Jangan tobatmu itu yang disebut dengan tobat sambal atau kamuflase diri. Ini tobat yang paling gawat dan membahayakan di dalam kehidupan ini.
Sekarang barulah terbuka mata, hati, kepala, telinga, hidung, naluri, dan perasaan mereka yang selama ini masih tertutup, terlindung, dan terselubung oleh kabut tipis yang penuh dengan kepalsuan, kemunafikan, dan kekotoran. Waktu itu jiwa, raga, dan jasad mereka masih terbuai oleh angin sepoi-sepoi basah yang bertiup atau berhembus dengan perlahan-lahan, semilir-semilir, lembut, sejuk, adem, ayem, dan merangsang hati untuk berusaha mendekatinya. Membuat rasa hatinya menjadi indehoi, enjoy, bahagia dan dapat menyejukkan, mengasyikkan, menyenangkan, dan membuat perasaan hati ingin selalu berenjoy-enjoy.
Bila seseorang sedang dilanda mabuk kepayang, gila asmara, mabuk birahi, edan maniak kasih, sinting napsu karena cinta, senewen pikiran karena sayang, buta hati karena gejolak kasmaran, sedeng jiwa karena cinta, cinta ngebet, gila-gila kera berayun, stres diri karena amar, stroke pikiran karena dilanda kasmaran ekstra joss, jatuh hati pada seorang gadis jelita, jatuh cinta pada pandangan pertama, berbunga-bunga perasaan pada seorang juwita manis. Yang kecantikannya selangit tembus dan harum semerbak mewangi glamornya kehidupan, maraknya kerlap-kerlip cahaya dunia. Menyilaukan mata dan memukau perasaan hati. Lagi-lagi masalah cinta ni ya? Itulah pengaruh cinta dan efeknya buana baru yang penuh gemerlapan. Semua itu terjadi karena gejolak asmara yang ada dalam dada sudah menggebu-gebu ingin selalu berjumpa dan bertatap muka dengan si doi untuk menjalin hubungan yang erat, kuat, alot, dan atos. Sehingga membuat dia dengan si doi tetap bersama sampai berakhirnya kehidupan alam dunia ini atau terjadinya kiamat kubro.
Cinta dan gemerlapnya kehidupan alam dunia ini juga dapat pula menyakitkan, menyedihkan, mengharubirukan, mengenaskan, mengecewakan, dan menyengsarakan bila seseorang sedang dilanda putus asa, lepas harapan, kecewa berat, stres gede atau stroke, dan frustasi. Semua ini disebabkan oleh cintanya yang tak berbalas atau cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan saja. Selain itu kehidupan dunia ini dapat menyedihkan bila seseorang ditimpa oleh problema-problema kehidupan yang sungguh berat dirasakan dan sukar diatasi. Menimbulkan sebuah kegagalan. Kegagalan yang dapat berupa penyesalan panjang yang menyayat hati. Karena mereka dapat diperdaya oleh manisnya kehidupan alam duniawi dan glamornya perjalanan kehidupan alam buana baru di atas negeri khayalan yang penuh ilusi, dusta, bohong, dan kesemuan belaka.
Inilah yang dinamakan jagat dunia yang nyata tetapi semu, pelik, muskil, mokal, absurd, penuh misteri, penuh kebohongan, penuh kepalsuan, penuh intrik, luber kolusi, penuh permainan maut yang dilapisi oleh sebuah tabir tipis, rata, tak tahu dimana ujung dan pangkalnya.
~&&&~

0 komentar: