Sabtu, 29 Desember 2007

Kembali Ke Desamu

Oleh: M. Saifun Salakim


Kembali

Kepada keaslian desamu

Masih terkenang lako-lako1 di rawa

Menugal2, menyemai, menanam benih-benih padi

Kini telah tumbuh kemuning mengurai di jengkal hari

Menjadikan dirimu seorang gadis pematang hati

Ingin dipanen sejuta ton perasaan lelaki

Dan dikupas jadi makanan pokok hidup setiap hari

Kembali

Kepada kesegaran desamu

Masih terbekas lubuk-lubuk di ujung tanjung

Berjejeran pohon nipah kehidupanmu

Mengunyah renyah buah tematuknya3

Menganyam indah daun hijaunya

Menikmati lezat mayang mandinya4

Kini telah tumbuh sejuta ketenangan jiwa

Menjadikan dirimu seorang gadis lautan maha indah

Ingin dilayari senang dengan tempadah-tempadah5

Dan menyelami kedalamannya untuk mengambil sajadah

Yang terdapat dalam mutiara cinta madah-madah6

Kembali

Kepada ketenteraman desamu

Membuat dirinya ingin mempersunting

Sejuta kenangan yang ingin ia sematkan

Pada dirimu adalah seorang gadisnya

Yang pandai memainkan dentingan-dentingan irama

Lagu-lagu bunting

Untuk melahirkan anak-anak negeri kelak

Begitu maha pentingnya

Kembali

Kepada kebekuan desamu

Hanyalah tanah kuburan bekal hatinya

Menemuimu adalah seorang gadisnya

Yang sudah membatu

Kursi Indah (PTK), 29122007 ~ (01.00)

Keterangan :

  1. Lako : Ladang
  2. Menugal : Membuat lubang di tanah untuk menyemaikan benih padi
  3. Tematuk : Buah dari pohon nipah
  4. Mayang mandi : Pucuk pohon nipah yang masih muda berbentuk tombak yang dapat dimakan
  5. Tempadah : Perahu yang berbentuk sandal
  6. Madah : Nyanyian yang meratap rindu dan mendayu-dayu perasaan seseorang

1 komentar:

Rie mengatakan...

aku belum mau pulang bang, belum selesai kontrak.
hehehehe....
mang puisi ni untukmu Rie??
hehehe...