Jumat, 28 Desember 2007

Misteri Diri

Oleh : M. Saifun Salakim

Untuk apa mengharapkan cinta dari seorang anak manusia yang penuh dusta, tak punya rasa, mati kemauan, beku perasaan dalam penampilannya yang kalem, aleman, alim, ayu, anggun, anteng-anteng, dan lain-lain.
Bodinya sih, boleh dikatakan sehalus benang kahyangan, selembut sutera dan semurni intan baiduri. Namun, bukan semua itu yang aku cari selama ini. Di dalam kehidupan dunia yang penuh dengan lika liku jalannya, yang berbelit-belit dan mengandung misteri. Yang aku cari selama ini adalah wanita (gadis) yang mempunyai hati semurni emas sepuhan, selembut benang sutera, dan itikadnya sekeras batu karang di samudera luas. Penampilannya yang ala kadarnya sesuai dengan norma yang berlaku. Tutur bahasanya yang sopan dan lemah lembut. Ditambah lagi dengan sinar keimanannya yang bersinar cemerlang. Sinar keimanannya terpancar melalui hatinya yang bersih.
Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya dan gelora hatiku makin memanas, karena napsu di dada juga memanas bagai disentuh puluhan besi yang amat panas. Perasaanku menggelegak dan meronta-ronta ingin dikeluarkan dari dalam dada. Saat itu aku menatap wajahmu dengan lekat-lekat. Sedetik pun tidak ingin kulepaskan pandangan mataku darimu. Mungkinkah ini dikatakan orang dengan jatuh cinta? Aku pun tidak tahu pasti, karena aku belum mengalaminya.
Gemuruh perasaan sukaku padamu terus mendera-dera batinku, menyentakkan gelora hasratku untuk memberanikan diri berbuat lebih jauh lagi. Aku sadar dengan sebuah motto atau semboyan begini: Aku harus bisa mengendalikan semua ini.
Itulah pemicuku untuk dapat bertahan dari himpitan perasaan ini. Hanya saja aku tak mampu menutupi rasa sukaku padamu di saat aku sedang melihat wajahmu yang ayu, lugu, kalem, ceria, periang, dan ramah tamah.
Akhirnya. Banya istilah kutulis dalam benak perasaan sukaku ini untuk menggambarkan figur dirimu, yaitu:
Bunga melati di ambang angan. Bunga mawar berdaun kolusi. Taman baiduri tautan ilusi. Jantung hati ikatan maya. Paru kehidupan di atas khayal. Mawar bersemi hanya dusta, dan lain-lain.
Aku juga bertanya kepada hati ini dalam lamunan diri.
Mungkinkah dia merasakan getaran aneh yang pernah kurasakan dan kualami? Atau mungkin tidak sama sekali. Berarti aku hanya mengharapkan sesuatu yang belum pasti atau masih dilingkupi oleh bayangan semu, yang kelihatan masih samar-samar antara nyata dan tidak nyata.
Akhirnya, aku dapat juga mereguk sebuah kebenaran walaupun dalam sebuah kekosongan hati yang hampa dan gersang. Kebenaran yang kudapatkan itu adalah bahwa dia juga ada merasakan getaran aneh yang sama. Getaran aneh yang pernah kurasakan. Itu kuketahu lewat pembawaannya walaupun itu hanya sebuah praduga. Mungkin saja ada benarnya. Kebenaran yang dapat membesarkan hatiku dan menimbulkan kepercayaan diri yang kuat di dalam kalbu. Nantinya.
Kututup pengembaraan khayal dan imajiku tentand dirimu dalam tumpukan ide dalam benakku dengan coretan pena yang diawali dengan sebuah kalimat yang berbunyi sebagai berikut:
Aku berdoa pada Allah Yang Maha Kuasa, semoga aja aku tabah menghadapi kenyataan ini dan mampun untuk menahan diri dari koorsleting api kehidupan yang membelokkan arah jalan yang ditempuh, sebelum aku mendapatkan sesuatu yang kuidam-idamkan selama ini. Aku doakan semoga engkau berhasil meraih atau menggapai cita-citamu dan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Semoga engkau menjadi anak yang tersayang dan tercinta bagi orang tuamu
Maafakan aku ya, nona. Atas keacuhan dan ketidakpedulianku kepadamu. Maafkanlah aku ya, nona. Atas kekakuan perasaanku padamu sehingga menimbulkan tanda tanya besar dalam hatimu tentang diriku. Membuat dirimu larut dalam lamunan diri untuk menemukan jawaban semua kenyataan hidupku ini.
Akhirnya, kumohon padamu dengan sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya Lepaskanlah aku dalam penantianmu yang sunyi dan hampa apabila dirimu menantikanku hadir padamu. Aku merasa kasihan sekali, apabila dirimu terus menanti dan mengharapkan agar diriku memberikan secerca bunga cinta untukmu. Karena aku takut kamu hanya mendapatkan penantian panjang yang semu dan maya. Namun, kalau dirimu tetap setia menunggu diriku. Tunggulah sampai diriku meraih sebuah cita-cita yang selama ini kuidam-idamkan. Kalau dirimu benar-benar setia menunggu diriku dan benar-benar ingin mengharapkan sesuatu yang istimewa yang ada dalam diriku.
Kalau sekiranya kamu memang tidak mampu menunggu diriku. Janganlah dipaksakan. Cepatlah kamu cari orang lain saja. Orang lain yang lebih cocok dengan dirimu. Kukatakan dengan sesungguh-sungguhnya padamu bahwa aku suka padamu walaupun hal itu hanya sebatas angan. Dalam hal ini, janganlah itu kamu jadikan patokan untuk menunggu diriku, kalau sekiranya hatimu menjadi tersiksa dan menderita di dalam dada. Cepatlah kamu putuskan mencari pengganti diriku, agar hatimu menjadi bahagia dan sentosa.
Aku juga berharap. Semoga dirimu tidak terlalu larut dalam mengharapkan sesuatu dariku demi rasa cinta dan kesetiaanmu padaku. Karena aku hanyalah orang kampung yang tak punya apa-apa, selain hati, jantung, dan cinta. Untuk itulah, pikirkanlah olehmu untuk kedua kalinya dalam mencintaiku agar dirimu tidak menyesal di kemudian hari. Karena kalau menyesal di hari itu sama saja kamu telah melakukan tindakan yang kasip. Sebab nasi telah menjadi bubur. Faktor itulah yang membuat diriku menghindar darimu agar kamu tetap bahagia.
Dalam hal ini, kamu harus dapat melupakanku dalam hatimu untuk selama-lamanya.
Jikalau kita memang berjodoh. Jodoh yang telah ditentukan oleh Allah Yang Maha Esa. Insya allah, kita akan bertemu lagi seperti waktu dulu. Di sinilah letak tanda kemahabesaran Allah kepada umat-Nya....
Tak akan lari gunung dikejar, kalau jodoh tak akan lari kemana dan akan tetap bertemu atau berjumpa.
Akhirnya, kuucapkan sebuah kalimat :
Selamat berjumpa lagi di ujung sana. Kalau sekiranya Allah Yang Maha Kuasa mengizinkan dan meridai kita untuk selalu bersama.
(Ide ini ditulis, 7 Oktober 1996)
~~~&&&&~~~

0 komentar: