Jumat, 28 Desember 2007

Saat Menjelang

Oleh: M. Saifun Salakim

Siang menjelang sore
Ia fasihkan lisan cintanya pada rimbunan karang
Bersemayam di tengah kedalamannya

Sore menjelang malam
Kutitipkan kerinduan padanya
Lewat desiran angin garam
Yang mengantarnya sampai ke daratan

Malam menjelang fajar
Kamu bisikan sujud bakti yang gila
Tafakur dalam khayalan azali
Menyatu dalam desahan napas percumbuan abadi

Fajar menjelang pagi
Engkau mengajak kami berdendang
Menghirup kesegaran kembang melati
Yang berkembang di aroma taman jiwa
Engkau mengajak kami mengharumkan napas
Dengan kesturi yang tumbuh di keikhlasan

Pagi menjelang sore
Para nelayan menitipkan cinta pada jala dan pukat
Yang dipasang sepanjang lautan menghampar
Mengharapkan penghidupan yang lebih baik
Dari sudah dilakukannya saat ini

Saat menjelang dan menjelang berikutnya
Semuanya menyatu
Dengan segala perbedaannya yang indah
Dalam siang, sore, malam, fajar, dan pagi
Durian Sebatang, 25122007

0 komentar: