Selasa, 18 Maret 2008

Balai Berkuak, Minggu, 2 Desember 2007 – (07.20)

Pagi yang merapat rindu. Jam tujuh aku bangun. Kegiatan rutin kulakukan. Menyapu rumah dan mengepel lantai rumah yang sudah kotor dan berdebu. Walau dilakukan seminggu sekali. Masih beruntung daripada tidak ada sama sekali. Lebih baikkan ada.
Pagi yang merapat rindu ini menggerakkan aku membawa pakaian-pakaian yang belum kucuci, yang kumasukkan dalam baskom. Pakaian-pakaian itu kurendam dengan daia. Nanti kalau sudah deterjen daianya bekerja. Barulah pakaian itu dicuci. Rendaman pakaian itu kusimpan di dapur untuk sementara.
Badanku panas. Aku pun segera mandi. Walau air menceret. Aku tetap mandi. Mandi dua ember aja. Alhamdulillah. Bisa menyegarkan badanku. Semangatku yang loyo kembali pulih seperti semula.
Asyik aku dapat melakukan perjalanan jauh lagi. Ke dimensi tak terhingga lewat perenungan kata-kata dan otak intuisi ini. Menjelajahi daerah asing yang belum disinggahi orang-orang. Aku harus menjadi orang pertama yang menyinggahi daerah tersebut. Asyikkan menjadi orang pertama yang menemukan daerah asing tersebut. Dunia asing tersebut adalah hakikat jati diri ini.

0 komentar: