Rabu, 26 Maret 2008

Balai Berkuak, Minggu, 9 Desember 2007

Pergulatan antara maya dan kepastian akhirnya kusudahi. Setelah kontak rasa dengan orang dekat dalam kehidupanku terjalin baik. Di situ kuutarakan unek-unekku yang terpendam. Bahwa aku hanya menunggu keputusannya. Apakah dia bisa menerima seseorang yang kusayangi yang jaraknya dipisahkan oleh hamparan sajadah pulau yang panjang sekali dari tempat tinggalku. Kalau dihitung kepanjangannya, mungkin kita tidak akan mampu menghitungnya. Hanya Allah saja yang bisa menghitungnya.
Orang yang dekat dalam kehidupanku memberikan keputusannya. Dia sih setuju saja dengan keputusanku. Terserah yang mana terbaik menurutku. Alhamdulillah. Aku akan mencoba mengutarakan ini pada orang yang kusayangi. Mudah-mudahan saja dia bisa menerima segala kekuranganku. Aku pun akan mencoba berusaha memahami kekurangannya.
Langkah yang kuambil ini juga untuk mengakhiri kasih sayangnya dalam sebuah penantian panjang. Sepanjang Sungai Kualan yang meluap, karena terserang pasang. Airnya sampai meninggi. Kalaupun dia tidak dapat menerimaku maka aku tak akan kecewa apalagi merana. Berarti dia bukan jodoh terbaik yang dipilihkan Allah untukku.
~&&&~

0 komentar: