Selasa, 18 Maret 2008

Balai Berkuak, Rabu, 5 Desember 2007

Panas menggerahi badanku. Keringatku tak berbendung. Mengucur. Mengalir ke seluruh tubuhku. Baju tebalku juga kelihatan titik airnya.
Aku harus mencari pendinginan. Ke kantor. Kantor jauhnya sekali. Lebih baik aku mendinnginkan badanku di perpustakaan saja. Di perpustakaan ada kipas angin pendingin ruangan. Betul sekali. Ke perpustakaankan lebih dekat.
Tak pelak lagi, langkah kakiku menuju ruang perpustakaan. Berirama sekali bunyi derapnya, seperti permainan musik. Indah. Menyenangkan hatiku yang kegerahan. Sehingga tiada sadar aku sudah tiba di depan perpustakaan. Aku segera menuju tempat duduk yang ada kipas angin di atasnya. Di tempat duduk itu ada Nita, Tini, Eka Ajoh, dan Iwan. Mereka lagi asyik belajar. Aku tidak mau mengusik ketenangan belajar mereka. Secara pelan-pelan aku duduk di kursi yang masih kosong. Kursi yang berada di samping Nita. Nita asyik mengerjakan soal Bahasa dan Sastra Indonesia. Tapi aku tidak suka diam. Keusilanku kambuh. Aku mengusik Tini secara pelan-pelan. Tini yang lagi asyik mengerjakan soal Bahasa Inggris.
Biasan angin yang keluar dari kipas angin menghilangkan kegerahanku. Intuisiku menajam. Otakku bekerja aktif merekam ide yang tertampilkan dari setiap imaji yang lewat hari ini. Imaji yang paling menarik adalah aku ingin menjadi pengamat sejati tingkah laku manusia yang ada di ruangan ini.
Melalui pengamatan itu dapat menerka apa yang sedang mereka pikirkan atau kerjakan. Seperti yang pernah dilakukan Zack Haidar. Seorang penulis novel Dermaga Cinta. Dia adalah sosok kubilang sukses menjadi pengamat tingkah laku manusia. Sehingga dapat mengungkapkan secara detail tabiat manusia dalam novelnya. Walau novelnya tak pernah kudapatkan. Tapi itu kuketahui dari film yang kutonton yang mengangkat tentang kehidupan seorang Zack Haidar.
Jujur saja. Aku ingin menjadi seperti Zack Haidar. Matang sekali mengungkapkan tingkah laku manusia dengan melihat karakter, gerak tubuh atau kinesik, mimik, pantomimik dan lain sebagainya melalui pengamatan langsung.
Yaa Allah, sungguh besar kuasa-Mu memberikan kelebihan kepada Zack Haidar.
Yaa Allah, berikan juga padaku kelebihan seperti yang dimiliki Zack Haidar dapat mengungkapkan perilaku manusia dengan melalui analisis psikologi.

0 komentar: