Selasa, 18 Maret 2008

Balai Berkuak, Selasa, 4 Desember 2007 – (15.10)

Hati cemas-cemas sedang bermain dalam perasaan. Menantikan HP yang akan diaktifkan. Terik mentari tidak pernah dipedulikan lagi. Walau mengimbas kepala. Butiran pasir halus bening meleleh membasahi tubuh. Dikesat dengan penuh kebanggaan.
Waktu yang berlalu terasa lamban sekali. Pengaktifan sinyal HP belum juga terlaksana. Mata sudah kerlap-kerlip memandang peralatan sinyal yang sungguh rumit. Sesekali canda tawa penonton setia sinyal HP berderai. Menghilangkan rasa gelisah yang kian mendera. Liur pun kalau dijilat mungkin terasa pendar, sependar lautan asin. Pengharapan tak boleh mati. Terus hidup.
Tepat angka menunjukkan pukul 15.45 sinyal HP pun aktif. Gegap gempita penuh lukisan kegembiraan tak dapat dibendung lagi. Orang-orang gila yang berbicara sendiri mulai menjamur. Pulsa pun diserbu para pemakai HP. Laku keras. Ludes tak bersisa. Sebuah peruntungan yang tak terhingga bagi pembuka counter HP.
Bersyukurlah. Setahun penantian telah terlewatkan di hari ini. Menantikan sinyal HP. Kini telah bersinar cemerlang. Mudah-mudahan saja dengan hadirnya sinyal HP di kota Balai Berkuak, kota Balai Berkuak menjadi maju. Menjadi jaya untuk selama-lamanya.
~oOo~

0 komentar: