Selasa, 18 Maret 2008

Balai Berkuak, Senin, 3 Desember 2007

Ada seorang gadis keGRan. Belum diapa-apakan sudah ingin diapa-apakan. Sungguh agresif sekali. Sensitif sekali.
Jangan heran ya. Kalau sekiranya seorang gadis memiliki sifat agresif dan sensitif. Anggaplah sesuatu yang wajar saja. Alasannya karena dalam tubuh seorang gadis terdapat ion-ion listrik yang dapat membangkitkan arus semangat itu. Semangat yang seperti deburan gelombang samudera menghempas pesisir pantai. Semangat yang seperti kijang berlari mengejar mangsanya. Semangat yang mengebu-gebu seperti pelari jarak pendek mencapai finish. Namun itu dapat diremnya dengan pembawaannya yang selalu ceria.
”Tolong ya Friend, keGranku ini jangan dijadikan ide-ide pengembangan kreativitas menulismu. Aku tidak enak hati. Apa kata orang nanti. Maafkan aku yang sudah salah sangka padamu. Lain kali tidak akan kuulangi lagi perbuatan seperti ini. Aku janji.” Dia meminta padaku disaksikan tiang coklat yang banyak berdiri di hadapan kami. Aku hanya tersenyum. Tak menanggapinya. Sebab dalam hatiku berkata lain.
Ide menarik yang mengalir seperti angin harus dinikmati. Ide menarik yang mengalir seperti air harus dinikmati. Ide menarik yang berdentang nyaring seperti jarum jam harus dirasakan dengan jiwa seni. Ide menarik tidak boleh dibuang percuma.
Ide menarikmu tetap akan kutuangkan dalam gelas kenikmatanku hari ini dan akan kureguk kenikmatan dan kesegaran idemu itu.
Maafkanku teman, aku tidak dapat memberikan janji pasti padamu! Aku tidak dapat mengabulkan permintaan dan keinginanmu!

0 komentar: