Jumat, 21 Maret 2008

Sajak Kerinduan

Oleh: M. Saifun Salakim

Sepertinya kerinduan tak berhenti mengejarnya
Ingin selalu bersamanya dalam denyutan napas
Walau kerinduan itu meresah-menggundah

Kadangkala kerinduan itu hanya bisa merangkai kata
Tapi tak bisa dibaca huruf-hurufnya
Hanya dapat dipahami makna kehadirannya lewat perasaan

Apalagi kerinduan itu sudah memakan sisa kehidupannya
Menggelayutkan jiwanya di tiang kepanasan sinar mentari
Yang terbit dari balik baju kembang perawan pelangi itu
Begitu nikmatnya menikmati sisa-sisa butiran hujan
Terkentalkan dalam setiap perjalanannya
Menapaki kerinduannya terhadap kecerahan bintang
Yang akan dijadikannya jantung dalam kehidupan

Sepertinya kerinduan adalah sebagian kodratnya
Dalam menyempurnakan ibadahnya di kehidupan ini


Meja Telepon (PTK), 21032008

0 komentar: