Kamis, 29 Mei 2008

Balai Berkuak, 25 November 2007 – (23.30)

Apa yang bisa kutangkap dari riuhnya suara kodok? Gonggongan suara anjing menyalak di rembulan tengah malam? Dendang merdu suara jangkrik? Semakin syahdu dalam kesunyian.
Kata orang-orang. Riuhnya suara kodok menandakan akan hujan lebat. Benarkah itu? Entahlah.
Gonggongan suara anjing menandakan ada mahluk halus yang lewat. Benarkah itu? Bisa jadi. Sebab anjing memiliki penciuman yang tajam dari penciuman manusia. Mahluk halus manakah akan lewat malam ini? Mahluk halus sebangsa jin atau siluman. Biarlah. Mereka juga mahluk ciptaan Allah. Biarkan mereka mengadakan perjalanan malam ini. Asalkan jangan mengusik ketenangan dan kedamaianku. Membiarkan aku terus larut dalam buaian kesenanganku sendiri. Menikmati kesunyian ini sendiri saja adalah ibadah bagiku. Benarkah itu? Entahlah. Aku hanya menggunakan istilah saja.
Kesunyian adalah suatu kenikmatan untuk sebuah perenungan kehidupan yang telah kita jalani. Apakah kita menjalani kehidupan ini sudah mengikuti rel kebenaran-Nya atau sebaliknya menyimpang dari arus yang telah ditentukan.
Seketika kumendengar kokok ayam. Kata orang tua dulu. Kalau ayam berkokok di tengah malam menandakan air pasang. Sungai membanjir. Mengalir dari hulu ke hilir. Mungkinkah Sungai Kualan membanjir malam ini? Seperti hatiku yang membanjir dengan ide-ide mengalir. Lancar-lancar saja penuangannya dalam kebisuan laptop ini. Tanpa nyanyian dari winamp. Takut mengusik ketenangan istirahat orang yang lelah seharian bekerja keras dalam mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Kalau ayam berkokok mendekati subuh. Itu pertanda malaikat yang lewat. Malaikat yang bertugas untuk menyapa setiap orang yang melaksanakan salat subuh, baik berjamaah maupun sendiri. Malaikat itu akan memanjatkan doa kepada Allah semoga orang-orang yang melaksanakan salat subuh mendapatkan berkah dari Allah. Benarkah itu? Mudah-mudahan saja ada benarnya. Amin.
~oOo~

0 komentar: