Senin, 26 Mei 2008

Balai Berkuak, Jumat, 16 November 2007

Kutatap dari kejauhan warna-warni yang terus berganti. Seperti lampu disko saja. Ada kuning. Ada hijau. Ada biru. Begitukah kehidupan ini. Terus berganti-ganti warnanya? Bisa kuning. Bisa hijau. Bisa biru. Bahkan bisa warna yang lain. Karena itulah kehidupan ini dinamakan panggung sandiwara. Orang berlakon sesuai dengan lakonnya masing-masing. Ada yang melakoni dirinya seperti monyet. Ada yang melakoni dirinya seperti malaikat. Ada yang melakoni dirinya seperti singa. Ada yang melakoni dirinya seperti kerang di lautan. Ada yang melakoni dirinya seperti batu. Ada yang melakoni dirinya seperti lumut. Dan masih banyak lagi perubahan lakon itu terjadi.
Apakah kehidupan ini tidak bisa tetap dengan warnanya sendiri? Tidak perlu berganti-ganti setiap masa berlalu. Kalau hitam tetap menjadi hitam. Kalau putih tetap menjadi putih. Atau dua saja warnanya berganti? Dua warna dasar kehidupan saja. Kalau hitam berubah menjadi putih? Kalau putih berubah menjadi hitam. Itu hanya keluhanku saat ini. Jika sekiranya ada yang ingin memberikan pendapat dan jawaban keluhanku ini. Silakan saja temui saya dan berikan jawaban itu. Jawaban Anda akan saya terima dengan senang hati walau jawabannya belum mengena kepada apa yang kukeluhkan itu. Terima kasih untuk semuanya.
~oOo~

0 komentar: