Kamis, 29 Mei 2008

Balai Berkuak, Jumat, 23 November 2007

Wajah-wajah berjilbab melintasi kelam. Kesenangan menghantam hati. Menguak rasa pada sebuah keindahan. Begitu cantiknya wajah-wajah itu dalam naungan Allah swt. Aura mereka terpancar menghiasi jalanan berdebu yang jauh dari pandangan mata ketulusan. Beribu kilo meter perjalanan iman tetap mereka tempuhi. Mereka terlihat bahagia sekali sehabis pulang dari pengajian. Pengajian untuk penimbaan ilmu pengetahuan agama.
Wajah-wajah berjilbab melintasi kesunyian udara bertiup pada jiwa kesucian. Menggerakkan naluri. Mengucapkan pujian. Begitu anggunnya mereka berpenampilan seperti itu. Kecantikan mereka sungguh mahal untuk dinikmati. Mengapa mahal? Karena menikmati kecantikan mereka bukanlah dengan napsu belaka, tetapi dengan jiwa kasih sayang yang tulus. Kecintaan yang mendalam karena Allah. Allah yang telah menciptakan rasa itu. Dapat memberikan penilaian dengan kelembutan dan keramahtamahan sebuah kasih ikhlas. Tanpa ada embel-embel sebuah keinginan yang bertujuan untuk memporakporandakan kehidupan mereka. Mencampakkan mereka pada kehidupan kelabu. Tidak. Ini benar-benar ketulusan yang murni. Benar-benar keluar dari hati yang bening.
Wajah-wajah berjilbab menderapkan langkah berirama. Mengetuk sanubari. Agar membuka rasa kepedulian dan kebersamaan dalam nasihat-menasihati bila berbuat salah. Selalu dorong-mendorong untuk maju ke depan dalam berbuat kebajikan. Semoga saja semuanya mendapatkan rahmat dari Allah.
~oOo~

0 komentar: