Minggu, 18 Mei 2008

Balai Berkuak, Kamis, 13 Desember 2007

Kepalaku berdenyut-denyut dan mengejang. Serangan rasa pening memberat. Rambutku menjadi kering dan keriting. Berjingkrak-jingkrak seperti anak-anak yang bermain tolkah. Semakin kuat dia menyerangku. Karena ada lontaran omongan yang terlalu ceplas-ceplos. Membangkitkan rasa emosiku terpendam ingin dituangkan seketika. Tapi aku ingat bahwa saat ini aku lagi dituntut belajar bersabar. Bersabar untuk meredam kemarahan yang terus membuatku semakin sesak.
Semua orang ingin melihatku marah. Karena menurut mereka, aku adalah orang yang tak pernah marah. Mengapa sih orang selalu menginginkan aku marah? Mengapa orang tidak senang dengan kesabaranku? Mengapa orang tidak bahagia dengan keadaannya yang tak pernah kuusik? Mengapa....!
Yaa Allah, makin tanamkanlah yang kuat kesabaran dalam hatiku. Jangan sampai kemarahan menghantui jalan pikiranku. Karena kemarahan adalah sesuatu yang diciptakan setan.
Yaa Allah, aku berusaha agar tidak terjebak dalam perbuatan setan. Tolong aku Yaa Allah, hindarkan aku dari perbuatan setan sekecil apapun, baik yang dilakukan terang-terangan atau tersembuyi.
Yaa Allah, kuadukan semua ini kepadamu. Karena Engkaulah tempatku bermohon dalam kehidupan ini.
Yaa Allah, ..............!
~&&&~

0 komentar: