Senin, 26 Mei 2008

Balai Berkuak, Kamis, 8 November 2007

Lapangan Tahak banjir manusia. Menanti kedatangan artis ibukota. Keringatan berjatuhan tak dipedulikan. Penantian terus saja berlanjut. Kedatangan artis ibukota hari ini diusung salah satu kandidat gubernur Kalimantan Barat pasangan Dr. Oesman Sapta dan wakilnya. Kegiatan yang diusung calon gubernur itu dilakukan dalam kampanyenya untuk menarik perhatian rakyat. Rasa kepanasan yang melanda tak sehebat rasa kepanasan akan perjumpaan mereka dengan artis ibukota itu.
Suara deruan helikopter mengaung dan menderu terdengar di telinga semua orang yang memadati lapangan Tahak. Deruan helikopter itu seperti deruan truk kayu melintas jalan berdebu. Semua mata yang hadir pun segera tertuju ke arah deruan helikopter.
Tak lama helikopter mendarat manis di lapangan Tahak. Dari dalam heli keluar Dr. Oesman Sapta dan wakilnya. Kadir. Qomar. Dewi Persik. Eva KDI yang cantik molek.... Semua orang yang hadir di lapangan Tahak memuji kecantikan Eva KDI yang begitu yahut. Maklum saja Eva KDI-kan masih gadis. Selain itu diakan jarang tersentuh panas, debu, dan lapisan lumpur. Yang sering menggenangi jalan kita ini. Kalau kita sih sudah pasti hitam, berdebu, dan berlumpur. Sebenarnya apa kaitan panas, debu, dan lumpur dibawa-bawa dalam perbandingan ini. Tidak ada kaitannya.
Dr. Oesman Sapta menyampaikan beberapa patah kata. Orang-orang ramai mendengarkannya dengan gegap gempita. Nampaknya orang-orang bersuka ria. Beruntunglah orang yang dekat dengan panggung. Dapat puas-puas memandang artis ibukota dengan mata jelas. Yang jauh dari panggung jangan kecewa karena hanya dapat melihat bayangan artis ibukota sekecil semut merah. Anda harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dapat memandangnya.
Sebenarnya kegiatan kampanye itu bisa lama di lapangan Tahak. Sebab Dewi Persik dan Eva KDI akan menyumbangkan sebuah lagu untuk orang-orang yang memadati lapangan Tahak.
Dewi Persik mengambil mik ingin menyanyikan sebuah lagu lewat orgen tunggal yang sudah disediakan oleh panitia kampanye. Ternyata mik ngadat. Orgen tak berjalan bagus. Kombet. Seperti suara orang sakit perut mulas. Akhirnya Dewi Persik hanya bisa meletakkan telapak tangan ke kening dengan mengucapkan kata.
“Capek deh.”
Semua menyayangkan mengapa sampai musik orgen tunggal tak berjalan mulus. Padahal sebelumnya orgen tunggal sudah dicoba panitia. Sejam sebelum kedatangan artis ibukota. Orgen tunggal itu berjalan bagus dan suaranya merdu mengalun. Tetapi setelah kedatangan artis ibukota orgennya menjadi macet. Sebenarnya apa yang telah terjadi. Tidak ada yang tahu. Jangan kaitan kemacetan ini dengan dunia halus yang tak pernah kita pahami.
Mereka pun akan segera berangkat.
Sebelum mereka berangkat meninggalkan kota Balai Berkuak, orang-orang pun berserabutan untuk menyalami artis ibukota. Ada dapat bersalaman mesra. Ada yang hanya bisa mencoel sedikit tangannya. Ada yang dapat berfoto mesra dengan Dewi Persik. Jangan iri ya? Kalau iri menandakan orang tak mampu. Malahan ada saja beberapa orang yang tangannya bisa menyalami artis ibukota membiarkan bau bekas jabatan tangan itu. Dia masih ingin mengendus keharuman itu.
Baru kali inilah sejarah emas mengukir Kota Balai Berkuak. Kota Balai Berkuak didatangi artis ibukota walau hanya sebentar saja.
“Selama enam belas tahun umur saya, belum pernah ada artis ibukota datang ke sini. Baru kali inilah. Untuk itulah saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Biarlah saya mengorbankan sekolah hanya satu hari ini demi untuk berjumpa artis ibukota secara dekat dan jelas. Tidak hanya melihat mereka lewat televisi saja. Saya bangga sekali. Saya sudah dapat menyalami tangan Dewi Persik dan Eva KDI. Terima kasih mbak atas keramahtamahannya,” kata Siska dengan bibir tersenyum. Karena dia masih membayangkan kenangan indahnya saat menjabat tangan Dewi Persik dan Eva KDI yang memang artis yang diidolakannya.
Sungguh mantap sekali kenangan fantastik mengukir Kota Balai Berkuak.
Terima kasih Pak Oesman Sapta atas kerelaan dan keikhlasan hatimu membawa artis ibukota datang ke kota kami. Sehingga kota kami menjadi kota emas yang mengukir sejarah didatangi oleh artis ibukota.

0 komentar: