Senin, 26 Mei 2008

Balai Berkuak, Minggu, 11 November 2007

Kududuk santai di warung Mak Gigin. Pesan minuman dan sesekali mengudap makanan ringan. Nikmatnya kurasakan dalam kehidupan ini. Aku semakin asyik mengudap makanan. Seketika aku tersentak kaget. Kaget yang tidak terlalu berlebihan. Kaget kecil saja. Saat itu mataku melihat segerombolan semut hitam mengerumuni percikan kue yang tersebar di meja depanku. Aku pun tertarik untuk melakukan pengamatan padanya. Kucurahkan sisa-sisa kue yang kukudap. Setetes air yang kuminum juga kutumpahkan.
Waw, mereka semakin ramai berkerumun. Mereka bergotong royong mengangkut percikan kueku yang mereka anggap rezeki nomplok.
Melihat kejadian itu, saraf keimananku tersentil.
Allah, tidak sia-sia kamu ciptakan setiap mahluk di dunia ini. Saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lain. Antara kecil dengan yang besar.
Subhanallah, Yaa Allah.
Makanan yang kuanggap sisa dari kehidupan dan tak berguna lagi bagiku tetapi akan menjadi bermanfaat besar bagi mahluk yang lainnya. Barulah aku memahami bahwa semua yang ada di dunia ini penuh dengan kemanfaatannya. Tak terasa linangan airmata keimananku mengalir dalam tetes penyadaran batin. Aku tidak melupakan pelajaran berharga ini walau kamu berikan dalam ketidaksengajaanku.
Terima kasih allah, atas pelajaran berhargamu ini.
~oOo~

0 komentar: