Senin, 26 Mei 2008

Balai Berkuak, Rabu, 7 November 2007

Ada sedikit keributan di luar ruangan, tetapi aku tidak terpengaruh. Keributan itu mengenai keinginan orang-orang di luar untuk pulang ke habitatnya tapi waktu belum mengizinkannya. Mereka terus ribut saja. Sekali lagi aku tak peduli dengan keributan itu. Aku terus asyik menerbangkan pengembaraan imajiku ke rembulan. Bila perlu sampai ke langit ketujuh.
Seorang sahabatku dari planet Jupiter menyentuh bahuku. Aku menoleh sesaat. Pengembaraanku terputus.
”Maaf ya aku mau pulang?” kataku tiba-tiba padanya.
”Kok cepat amat kamu mau pulang. Terpengaruh mereka ya?”
”Tidak teman. Aku ingin pulang cepat karena ada sesuatu yang ingin kukerjakan di habitatku. Permisi teman.”
”Tunggu dulu. Kamu mau pulang ke habitat mana?”
”Habitat sumber ketenangan dan kedamaian hidup.”
”Oh, begitu.”

0 komentar: