Minggu, 25 Mei 2008

Balai Berkuak, Sabtu, 3 November 2007 – (11.00)

Dua orang temanku hari ini menawarkan keegoannya. Aku menciut. Bukan karena aku takut keegoan mereka membunuhku. Namun keegoan itu haruslah terkontrol. Jangan terlalu merugikan orang lain dan tidak mengerti perasaan orang lain. Kalau dibiarkan terus keegoan mereka berjalan maka sampai kapanpun tidak akan didapatkan titik temunya untuk menghargai orang lain. Otakku mulai bekerja mencarikan solusinya agar di antara dua temanku ini tidak terjadi keretakan dan kerenggangan dalam hubungan persahabatan.
Akhirnya solusi itu kudapatkan. Masing-masing mereka harus membagi waktu bersamaan dengan dua ruangan yang berbeda. Ruangan yang satu akan ditempati oleh temanku Idi dan ruangan dua akan ditempati oleh temanku Aan. Adilkan.
Biarlah untuk saat ini aku yang mengalah. Mengorbankan salah satu waktuku untuk diambil oleh salah satu di antara mereka. Biarlah aku mengambil waktu yang lain saja. Karena aku tak ingin ada keributan dan pertengkaran. Aku ingin hidup ini penuh dengan ketenangan, kedamaian, dan kekompakkan. Mengerti antara satu dengan yang lainnya. Mengalah untuk sebuah kemaslahatan. Itukan lebih baik. Kalianlah yang mempertimbangkannya?
Jangan ditimbang pakai dacin. Karena perasaan dan hati tidak bisa ditimbang berapa kilonya. Namun, berapa kerelaan dan keikhlasannya untuk menerima dan memberi, itu saja.
~oOo~

0 komentar: