Senin, 26 Mei 2008

Balai Berkuak, Selasa, 13 November 2007

Sungai Kualan meluap. Mengangkut tebaran sampah-sampah berserakan dari jatuhan daun pohon, bungkus indomie yang dibuang sembarangan, kayu-kayu gelondongan yang sudah tak terpakai. Air terus membanjir menuju ke hilir sungai. Begitu deras. Keadaan air Sungai Kualan itu sama seperti perasaanku yang meluap terkena gelombang perasaan rindu yang menghebat. Rindu pada sebuah kedamaian dan ketenangan hatiku. Telah berlalu jauh. Rindu pada ketenangan dan kedamaianku yang telah dirampas ketandusan-ketandusan keterlenaanku yang tak memanfaatkan waktu yang begitu berharganya dalam kehidupan ini.
Aku ingin kembali tenang dan damai seperti dulu lagi. Seperti tenang dan damainya air sungai menuju muara. Seperti tenang dan damainya air jatuh ke bumi ketika hujan tak mengusik lamunannya.
Arus air Sungai Kualan semakin deras bersenandung. Menghunjam hatiku semakin deras untuk kembali kepada kerinduanku. Pada kehidupanku yang dulu tenang dan damai.
~oOo~

0 komentar: