Minggu, 25 Mei 2008

Balai Berkuak, Senin, 5 November 2007 – (06.30)

Mata sendu gadis itu tak dapat kulupakan. Mata sendu gadis itu bagaikan mentari yang selalu menyinari bumi.
Dalam setiap masa berpancaroba di hati, mata sendu gadis itu selalu bermain dalam ingatanku. Walau pertemuan itu tak menguntungkan baginya. Tapi bagiku sangat menguntungkan.
Aku selalu mampu mengetahui ketersembunyian duka yang menggelayuti hidupnya. Walau dia selalu bisa tersenyum menatap dunia untuk menyembunyikan dukanya. Orang lain mungkin dapat dia kibuli, tetapi aku tidak mungkin. Itulah kelebihanku yang diberikan Allah. Aku mampu menangkap sesuatu yang disembunyikan orang lain dari tampilan perilaku sebenarnya.
~oOo~

0 komentar: