Selasa, 20 Mei 2008

Kalender Mei

Bila sudah begini
Biarlah aku menyayangimu
Tanpa gugurnya musim dalam kalender mei
Yang hadir tawarkan sejuta kenangan

Kenangan berupa endusan keharuman yang menyebar
Kenangan berupa kupu-kupu yang tiada henti merajut
Putik demi putik bayangan sesosok keindahan
Wajah yang terbekam dalam kalender itu

Bila sudah begini
Biarlah aku mengasihimu
Tanpa pedulikan musim yang terus berganti
Dalam kalender mei yang telah lelah menari
Menghitung detak napas kenikmatan
Murninya kasih yang tak bersendi

Kalender mei merengkuhku sunyi
Tanpa keluh kesah kesakitan terucap
Oleh kepalan-kepalan batu terus merajam kepala
Berdenyut-denyut
Tanpa tahu berakhir denyutannya

Pikiran Pening (Balber), 02052008

0 komentar: