Senin, 19 Mei 2008

Mengembang

Langit mengembang dalam kepedulian sayang
Yang kamu ucapkan dengan bibir malam membuka
Mengajakku bercerita tentang duka rembulan

Dia menginginkan sinar keterangan bisa menghiasi dirinya
Dari kekelaman hatinya
Yang sering dibinasakan percikan-percikan gejolak
Tak bermata untuk mengartikan kepedulian rasa

Menjelang pagi dalam guratan kemerahan langkah
Kamu satukan liur menikmati kehalimunan
Yang menghadang di kala diri ingin bersimpuh
Ke haribaan bakti mengeruk rezeki-rezeki
Dari keikhlasan tanah yang pasrah
Yang tidak pernah mengeluh
Akan penderitaan yang seringkali mengoyak dadanya
Sehingga hanya meninggalkan bekas-bekas jejaknya saja

Jiwa ini pun mengembang dalam kepedulian sayang
Mengucapkannya sepanjang perhelatan istimewa
Dalam kemarau dan oasis yang tak pernah memberikan
Kesegaran atas kehausan ini
Yang terlalu rapuh
Untuk diselaraskan dengan kecintaan yang mengurat akar
Padamu sang maha pengembang sejati

Kursi Komputer (R. Mak Peb-Balber), 24042008

0 komentar: