Rabu, 25 Juni 2008

Balai Berkuak, Jumat, 14 Desember 2007

Pertahanan tubuhku diserang flu habis-habisan. Bersin-bersin dan keluar cairan bening dari hidung yang sudah menjamur di musim penghujan. Hidungku menyempit, mau bernapas serasa sesak. Ingin rasanya aku mengomel dan menggerutu dengan penyakit yang menyerangku. Tapi aku ingat bahwa aku tidak boleh berkeluh kesah. Aku harus tabah menghadapi penderitaan ini dan bersyukur kepada Allah. Aku harus husnudzan kepada Allah. Penyakit flu dan bersin berat ini mungkin salah satu bukti bahwa dia ingin menguji keimanan dan bukti sayang-Nya kepadaku. Aku harus sabar menghadapinya. Karena orang yang sabar selalu bersama dengan Allah.
Sepulang salat jumat, aku tidak pulang ke rumah. Aku langsung ke warung Bu Awe makan sate. Satenya nikmat sekali. Selesai makan baru aku pulang ke rumah. Melepaskan pakaian salat dan berganti pakaian sehari-hari. Selanjutnya aku minum obat flu bermerek bufacaryl.
Obat ini memiliki efek sampingnya. Menyebabkan kengantukan. Aku pun tertidur lelap. Tidurku pulas. Tidurku kurang lebih satu jam setengah. Sungguh obat luar biasa. Flu yang kuderita mulai berkurang. Cairan bening yang keluar dari hidung tidak banyak lagi seperti tadi. Bersin-bersin juga tidak sesering tadi. Hanya sekali-sekali saja.
Sekali lagi aku harus bersyukur. Allah, sungguh Maha Kuasa-Mu telah memberikan kesembuhan padaku walau secara bertahap.
Yaa Allah, aku yakin dengan kekuasan dan kemahabesaran-Mu.
Kamu dapat menciptakan suatu penyakit dan Kamu juga dapat menyembuhkannya.
~&&&~

0 komentar: