Senin, 02 Juni 2008

Balai Berkuak, Jumat, 30 September 2007 – (11.35)

Azan jumat bergema begitu syahdu. Menelusup dalam jiwaku yang berduli ini. Aku tafakur, yaa Allah. Memaknai begitu agungnya kalimat panggilan-Mu dalam koreksian diri hari ini. Begitu banyak waktu kubuang percuma. Terlalu tergoda rayuan dunia yang membuai-buai.
Azan Jumat begitu memukau rasa. Menyejukkan perasaan hatiku. Terlalu kotornya diri di hadapan-Mu. Sekian lama tak pernah bertegur sapa dalam komunikasi zikir. Kalau ingin berkomunikasi dengan-Mu tidak pernah lama. Hanya berdoa saja. Tak pernah berzikir berlama-lama. Bermasyuk-masyuk dalam cinta seorang sufi. Paling-paling zikir yang pendek-pendek. Mungkinkah hamba-Mu ini adalah hamba-Mu yang terlalu egois kali ya, Allah?
Allah, di hari kemuliaan ini. Aku ingin bermunajat pada-Mu sesuci hati bertobat.
Jadikanlah aku ini sebagai hamba-Mu yang tak egois.
Jadikanlah hamba-Mu ini selalu senang memuji kemahabesaran-Mu berlama-lama. Masyuk dalam cinta gila padamu. Seperti para sufi-sufi. Aku ingin sekali seperti mereka.
Allah, berikanlah cahaya hidayah itu padaku.
Allah, di hari kemuliaanmu ini. Aku ingin berkomunikasi lancar dengan-Mu dengan gerak tubuh, lafaz zikir, gerak hati, gerak jiwa, dan semua organ tubuh ini. Ingin menyatukan darahku yang mengalir ini ke darah kebersihan cintamu.
Allah, bersihkanlah aliran darahku dari kotoran-kotoran yang sering datang merayuku.
Allah, bersihkan juga hatiku dari sifat dengki, hasud, sombong, pemarah, dan lain-lain.
Jadikanlah hamba-Mu ini selalu memandang sesuatu berperasaan husnuzhan.
Jadikanlah hamba-Mu ini penyabar sejati.
Allah, aku pasrahkan jiwa ragaku seutuhnya untukmu di hari kemuliaan ini. Bila perlu untuk selama-lamanya tetap begitu. Allah!
~oOo~

0 komentar: