Senin, 02 Juni 2008

Balai Berkuak, Jumat, 30 September 2007

Tower telkomsel yang on air sangat diidamkan masyarakat Balai Berkuak. Tetapi sampai saat ini Tower Telkomsel on air belum juga menunjukkan tanda-tanda kepastiannya. Terus saja mengalami hambatan demi hambatan. Entahlah mengapa sampai terjadi begitu? Tidak pernah ada yang tahu. Ada yang mengaitkan keterhambatan ini dengan keterlibatan mahluk halus. Mahluk halus ikut campur mengganggu pekerjaan mereka. Benarkah ada mahluk halus? Benarkah mahluk itu sejenis narkoba? Amuba? Virus atau yang lainnya. Kalau ingin lebih jelas jawabannya tanyakan saja pada guru biologi. Apa kaitannya hantu dengan pelajaran biologi? Ini sih salah sasar. Hehehehe...
Sebenarnya urusan hantu tanyakan kepada orang yang memiliki indera keenam yang bisa melihat wujud hantu itu. Orang yang memiliki indera keenam seperti dukun, asalkan jangan dukun beranak dan dukun pijat. Selain itu masalah mahluk halus bisa ditanyakan juga pada paranormal, kiai, ustad, dan lain sebagainya.
Mahluk halus di sini maksudnya sejenis hantu. Itu tidak benar. Buang pikiran-pikiran itu jauh-jauh.
Keterhambatan ini karena sinyalnya masih belum tepat.
Tadi sore Aak Deni mengepaskan sinyal telkomsel untuk Balai Berkuak. Sinyal itu sudah dapat 9.2 point bahasa Aak Deni, yang menangani pencarian sinyal bersama asisten pribadinya Utis, berkurang menjadi 8.7 point. Pencarian sinyal itu menggunakan modem satelit dengan dibantu antena parabola sinyal. Itu bahasa penulis.
Bahasa Aak Deni menyebut antena parabola. Penulis tidak tahu. Aak Deni mengonvermasikan sinyal itu ke Jakarta agar point seperti itu dapat diclearkan. Ternyata jawaban dari Jakarta belum bisa. Walau percakapannya lama sekali.
Dari Jakarta menyarankan bahwa antena parabolanya harus disetel ulang dengan kelebarannya dua senti atau setebal duit koin lima ratus rupiah yang berwarna merah keemasan atau putih perak. Akhirnya Aak Deni dan Utis menyetujuinya. Maka antena parabola dilepas dan akan disetel ulang sesuai dengan amaran pimpinan di Jakarta. Mudah-mudahan saja dengan penyetelan ulang itu, point yang diharapkan dapat terpenuhi. Semoga.
Doa semua orang Balai Berkuak menyertai langkah kalian, Aak Deni dan Utis.
~oOo~

0 komentar: