Rabu, 25 Juni 2008

Balai Berkuak, Minggu, 16 Desember 2007 – (21.18)

Alhamdulillah. Aku dapat merampungkan puisi patah hati yang diminta oleh Lady Dey. Puisi itu dapat kurampungkan ketika ideku mengalir sederas arus Sungai Kualan. Puisi itu kuselesaikan sambilan mendengarkan lagu Malaysia. Puisi patah hati itu kuberi judul Lihatlah Kedalaman Pohonku. Jumlah bait puisi itu sebanyak tujuh bait. Mudah-mudahan puisi itu dapat memenuhi keinginan hatinya. Tapi hatiku bingung. Bagaimana aku mengirimkan puisi itu yang kunilai begitu panjang. Kalau lewat HP dengan cara SMS berapa banyak lembaran yang harus kupakai untuk mengirimkannya. Karena puisi yang kubuat ini untuk Lady Dey cukup panjang untuk seukuran kertas dalam SMS.
Aku mengkajinya. Untuk menemukan cara terbaik mengirimkan puisi patah hati ini pada Lady Dey. Karena kertas yang tersedia di kotak SMS HP tidak memenuhi baris-baris puisiku. Yang hanya mampu memuat 918 karakter, sedangkan puisi yang kubuat ini lebih dari 918 karakter. Bagaimana caranya ya aku mengirimkannya. Kalau aku menelepon dia, pulsaku tidak mencukupi. Pulsaku saat ini hanya tinggal Lima Ratus Enam Puluh Tujuh Rupiah. Mana cukup. Sudahlah nanti saja kupikirkan cara terbaik untuk mengirimkan puisi pesanannya ini.
~&&&~

0 komentar: