Sabtu, 28 Juni 2008

Balai Berkuak, Minggu, 27 Januari 2008

Paksaan langkahmu telah menggerakan langkahku mengikuti irama langkahmu. Mendorong saya agar semakin cepat menggerakan langkah kaki mengikuti irama langkahmu yang semakin cepat untuk menghindari seseorang yang tidak kamu sukai. Keresahan memukul hati saya ketika melangkah mengikuti irama langkahmu. Mengapa saya harus menuruti irama langkah kakinya? Saya tidak mampu menjawabnya.

Saya tersentak ketika tanganmu yang lembut menggaet tangan saya. Lembut menyejuk. Padahal saya harus menegur dan mengingatkanmu, bahwa yang bukan muhrim, kita tidak boleh bersentuhan kulit. Apalagi melahirkan imaji surgawi dari persentuhan itu.

Mengapa ya ketika itu saya tak berani menyadarkanmu? Menyadarkan kesilafanmu yang tidak boleh memegang tangan saya. Yang hukumnya haram. Karena, saya bukan muhrimmu. Tetapi malahan yang saya lakukan adalah meresapi kesejukan dan kelembutan pegangan tangamu.

Allah, rapuhkan keimanan saya saat itu untuk menegakkan kebenaran?

~&&&~

0 komentar: