Minggu, 29 Juni 2008

Balai Berkuak, Rabu, 6 Februari 2008

Tak habis-habisnya membicarakan tentang cinta. Cinta yang begitu tulus dan murni dimiliki seorang insan. Sampai kapanpun akan diperjuangkannya untuk mendapatkan cinta sejatinya. Ketegaran-ketegaran cintanya terus berkayuh mengarungi gelombang-gelombang yang menghadang langkahnya. Dia tak peduli. Dia terus melaju walau dengan perahu cintanya yang terseok-seok. Dia harus mendapatkan cinta sejatinya di pulau impiannya selama ini diidam-idamkannya.
Pulau impian cintanya yang belum dapat direguknya sebagai minuman yang menyegarkan.
Pulau impian cintanya yang belum dapat dinikmatinya sebagai makanan yang melezatkan.
Pulau impian cintanya yang belum dapat direalisasikannya sebagai suatu kenyataan hidup. Kenyataan hidup yang bahagia. Yang ingin diraihnya dari pengorbanan cintanya.
Ketegaran cinta dan kayuhan perahu cintanya yang mantap telah menyadarkan nurani ini bahwa saya hanyalah seorang insan pencinta. Sebagai insan pencinta saya harus dapat juga memberikan dan membagikan cinta kepadanya. Walau cinta yang saya berikan tidak seideal yang diinginkannya. Tidak mengapalah. Tidak jadi masalah. Sebab cinta tetaplah cinta yang harus diberikan dan diterima. Besar kadarnya tinggal ketulusan kita saja yang memberikannya.
Cinta dan cinta.
Tak akan habis-habisnya untuk dibicarakan.
~&&&~

0 komentar: