Rabu, 25 Juni 2008

Durian Sebatang, Jumat, 21 Desember 2007

Menurut cerita orang tua bahwa di bulan itu terdapat orang bungkuk. Tetapi setelah kuperhatikan dengan saksama berdasarkan penghayatan keimanan mendalam bahwa yang dikira oleh orang tua adalah orang bungkuk, ternyata hanya gambaran seseorang yang sedang melakukan duduk tasyahud akhir. Orang yang sedang melakukan salat. Waw, spektakuler.
Dalam bulan saja ada orang yang melakukan salat.
Padahal bulankan adalah satelit yang tidak ada penghuninya. Siapa sebenarnya orang itu? Orang yang telah berani melakukan salat di bulan. Apakah ini satu bukti kemahabesaran Allah? Ingin menunjukkan kepada kita sebagai manusia bahwa Allah bisa saja menampakkan kemahabesaran-Nya dimana saja. Agar dari situ kita dapat menyadari bahwa kita adalah mahluk lemah yang terlalu kecil di kemahabesaran-Nya.
Orang yang di bulan saja melakukan salat setiap saat, mengapa kita yang berada di bumi selalu lalai melaksanakan salat? Apakah kita sudah lebih mulia dari mahluk yang berada di bulan? Mengapa kita selalu melalaikan waktu yang terus berputar dengan tidak melaksanakan kewajiban salat itu? Pantaskah kita bersombong diri karena kita bersuku-suku dan berkelompok hidup di bumi? Padahal sebagaimana kita ketahui bahwa kesombongan adalah penyakit hati nomor satu yang harus kita jauhkan. Mengapa sebaliknya kita sering berhadapan dengan kesombongan? Apakah penghayatan keimanan kita tentang kemahabesaran Allah belum mantap? Jawabannya kembali kepada hakikat kedalaman tafakur keimanan hati kita. Kental atau encer-enceran.
Hakikat kehidupan kita adalah hanya beribadah kepada Allah semata dan menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Sudahkah itu kita seimbangkan? Atau malah sebaliknya ada salah satu kehidupan itu kita abaikan. Keindahan dunia atau keindahan akhiratkah kita nomorsatukan? Jawabannya kembali kepada keimanan kita masing-masing.
Di bulan saja ada orang yang melaksanakan salat. Mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari itu? Mengapa kita tidak melaksanakan salat setiap saat seperti yang dilakukan oleh orang yang berada di bulan?
Bulan saja mampu menerangi kegelapan malam. Mengapa bumi juga tidak bisa menerangi kegelapan malam? Bulan saja mampu memancarkan keindahan alami. Mengapa bumi juga tidak bisa memancarkan keindahan alami?
Orang di bulan yang kelihatan kecil saja mampu melaksanakan salat tepat waktu. Mengapa kita orang di bumi yang kelihatan besar dan luas tidak mampu melaksanakan salat tepat waktu?
Bila perlu orang di bumi bisa melaksanakan salat yang lebih baik dari orang yang berada di bulan.
Bila perlu orang di bumi lebih mendalam keimanannya melakukan kebaktian kepada Allah daripada orang yang berada di bulan.
Bila perlu orang di bumi lebih unggul ibadahnya daripada orang yang berada di bulan dalam melaksanakan kewajiban wajib yang telah ditentukan Allah. Itu idealnya.
~&&&~

0 komentar: