Rabu, 25 Juni 2008

Durian Sebatang, Minggu, 23 Desember 2007

Keindahan alami yang disenangi pria dan wanita itu apa sih?
Kalimat itu sering kupertanyakan dalam hatiku. Hatiku mulai bergejolak ingin mengetahuinya. Tetapi hatiku tidak menemukan jawaban itu. Aku semakin geregetan dengan kalimat itu.
Pernah kalimat itu kutanyakan pada seorang teman. Dia memberikan jawabannya bahwa ini pasti ada kaitannya dengan kekasih hati. Kekasih hati suka kepada kesederhanaan.
Akhirnya dari jawabannya, aku menarik sebuah kesimpulan bahwa keindahan alami yang disenangi pria dan wanita itu adalah kesederhanaan. Benarkah jawaban yang diberikannya itu. Bisa jadi. Bahwa hidup ini akan melahirkan keindahan alami kalau diikuti dengan kesederhanaan.
Aku belum puas dengan satu jawaban itu saja. Aku ingin jawaban yang lebih banyak lagi. Jika sekiranya ada yang ingin memberikan jawaban tentang kalimat itu, kirimkan saja ke-emailku. Jawaban Anda akan aku masukkan dalam catatan harianku ini.
Kemudian aku melanjutkan lagi pertikaian hatiku. Aku melontarkan lagi kalimat pertanyaan kepada temanku itu. Kalimat yang sering mengganjal perasaan hatiku. Kalimat yang memerlukan jawabannya. Kalimat yang belum kudapatkan jawabannya. Aku ingin teman-temanku dapat memberikan jawaban tentang ganjalan hatiku selama ini. Kalimat itu adalah Burung merpati putih yang terbang bebas akhirnya singgah kemana sih?
Temanku tak dapat memberikan jawabannya. Mungkin bahasa yang kugunakan berbau kalimat sastra. Entahlah. Aku tidak tahu. Mengapa terlintas saja kalimat seperti itu dalam benak otakku. Mengalir lancar dan deras sederas arus sungai. Arus sungai yang berada di kampungku. Arus Sungai Kualan, Arus Sungai Belansai, Arus Sungai Durhaka, dan masih banyak lagi arus sungai lain.
Jika kalian punya jawaban tentang kalimat itu. Kirimkanlah ke emailku: muhammad.sakim@yahoo.co.id.~&&&~

0 komentar: