Rabu, 25 Juni 2008

Durian Sebatang, Senin, 24 Desember 2007

Pasang.
Mengapa bulan Desember selalu terjadi pasang? Mengapa pasang tidak terjadi di bulan lain? Apa yang menyebabkan terjadinya pasang di bulan Desember? Mungkinkah pasang adalah jamu penutup di akhir bulan? Ketika di bulan-bulan lain terjadi kekeringan.
Apakah pasang di bulan Desember adalah pasang untuk pembersihan kekotoran di bulan-bulan lain? Bulan-bulan lain yang penuh guguran daun dan tiupan debu yang kental mengelilingi sekitar kehidupan bulan-bulan itu. Bisa ya dan bisa tidak. Tergantung pada persepsi kita masing-masing untuk menilainya.
Pasang di bulan Desember menggenangi jalan kehidupan utama di desaku. Jalan ke rumah peribadatan juga tenggelam. Namun pasang ini tidak menimbulkan banjir. Banjir yang banyak memberikan kesusahan dan penderitaan kepada insan atau manusia dan mahluk lain. Tetapi banjir terjadi karena ulah manusia juga. Manusia yang terlalu rakus dengan keindahan dunia. Sehingga pohon-pohon yang menjadi tulang punggung pencegah banjir ditebang habis-habisan. Akhirnya kalau pasang dan hujan melanda maka air itu mengalir dengan bebas sesuai dengan langkahnya dan debit air yang dituangkan oleh pasang dan hujan. Banjirlah yang terjadi. Karena penyerap air sudah tidak ada lagi.
Pasang di bulan Desember di desaku memberikan kesenangan pada anak kecil yang tidak mengenal kata sedih. Mereka riang sekali belimbur dan memainkan sped mainan yang ditarik dengan joran. Ada juga main sped dengan menggunakan batang nipah yang dikendarai dia sendiri. Sungguh riang mereka bermain. Ingin rasanya hidup ini seperti anak kecil. Tidak mempunyai beban dalam menapaki kehidupan. Selalu senang dengan segala kehidupan yang diberikan Allah. Selalu menjadi orang yang bersyukur dengan anugerah yang telah diberikan Allah melalui perbuatan mereka yang tidak pernah mengeluh. Yang ada, mereka selalu riang dan gembira setiap waktu.
~&&&~

0 komentar: