Sabtu, 28 Juni 2008

Jiwa yang Penuh Kedamaian

Bila jiwa memanggil apa saja

Petani-petani sibuk dengan panen tiba

Melepaskan bulir-bulir padi dalam kegembiraan

Berpantun melayu bersahut-sahutan

Demi menggantungkan harapan sebuah masa depan

Di pijakan jiwa yang jauh dari kebisingan

Merdu kebersamaan masih dipupukanakan

Tumbuh-menumbuh kecambah segar dalam persahabatan

Terik mentari tak pernah pudarkan semangat

Terus bertapak dan bertapak sejengkal kehidupan

Untuk berarti, selamanya terus berarti

Tidak akan pernah mati seribu bencana menanti

Sebab jiwa tetap abadi bercinta di sanubari

Satu hati merengkuh tujuan hidup yang penuh religi

Balai Berkuak, 19062008

0 komentar: