Rabu, 25 Juni 2008

Motor Klotok, Kamis, 27 Desember 2007

Sungguh tak kusadari bahwa dalam perjalanan ini ada bidadari manis. Mengapa dia kusebut dengan bidadari? Karena kecantikannya hampir sama dengan bidadari di kayangan. Mukanya putih mulus. Itu terlihat dari sembulan kerudungnya yang tidak menutupi daerah tersebut. Hidungnya mancung seperti hidung orang barat. Padahal orang tuanya tidak memiliki hidung yang mancung. Ini mungkin salah satu bukti kecantikan yang diberikan Allah padanya.
Mengapa ya dia disebut bidadari manis? Padahal diakan bukan gula atau susu yang bisa dirasakan manisnya. Mengapa kita memberikan kata manis pada setiap orang cantik dengan kata bidadari? Penilaian mana yang kita pakai untuk menentukan kata manis itu. Apakah kita menggunakan penilaian kata manis itu dari perasaan? Apakah kita menggunakan penilaian kata manis itu melalui pandangan mata dengan mengaitkan dengan indera lidah? Bisa benar atau bisa salah. Terpenting bidadari manislah sebutannya kalau kita menyebut orang yang enak dipandang mata dan cantik.
Senyumannya menyejukan hati. Bermain di bibir tipisnya. Semakin komplit kemanisan dan kecantikannya terpampang di mata. Tetapi tubuhnya tidak ideal. Tubuhnya jangkung. Biasanya orang menyebut tubuh ini dengan sebutan kutilang. Kutilang yang artinya kurus tinggi langsing. Tapi aku lain lagi mengartikan kutilang. Kutilang kuartikan dengan kurus tinggi tinggal tulang. Hehehe.....! Guyon untuk sekadar penyegaran ide mengalir.
Sungguh manis ketika bidadari manis itu terbangun dari tidurnya. Tidurnya yang sesaat yang begitu nyenyak. Dia terbangun karena hempasan gelombang laut yang menyenam tubuhnya. Memijit badannya yang pegal-pegal menjadi segar. Saat itu dia telah mendapatkan getaran segar yang mengalir sekujur pembuluh darah kehidupannya.
Boneka panda selalu berada di tangannya. Lucu dan menarik. Manis dan cantik. Mengingatkanku pada seorang gadis. Gadis yang pernah meminjamkan bonekanya untuk kubawa pulang sebagai teman tidurku. Boneka unik yang kurasakan indah dalam perasaanku saat itu. Boneka indah yang terbungkus plastik putih. Boneka indah yang selalu kujaga kebersihannya agar tidak kotor. Bila kukembalikan lagi boneka itu tidak mengalami perubahan. Perubahan dari pertama aku meminjam darinya. Boneka itu telah memberikan sebuah kisah kenangan yang saat ini masih kuingat.
”Sampai....! Asyik ....! Sudah sampai...!”
Aku kaget bahwa motor klotok sudah sampai di dermaga. Aku baru sadar bahwa aku akan berpisah dengan bidadari manis. Bidadari manis yang memberikan aku sedikit pelajaran berarti bahwa semua manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya.~&&&~

0 komentar: