Rabu, 25 Juni 2008

Pontianak, Jumat, 28 Desember 2007

”Bu, mau mengirimkan naskah ke Malaysia,” tanya padaku ke seorang pelayan loket di kantor pos itu.
”Maaf Bang, salah loket. Kalau mau mengirimkan naskah ke Malaysia ke loket tiga,” jawab pelayan loket itu.
”Makasih, ya Bu.”
Aku menuju ke loket tiga. Aku menunggu antrian. Selain mengirimkan naskah ke Luar Negeri, loket tiga juga menerima pembeli yang ingin membeli perangko dan meterai. Aku kena antrian ketiga. Orang pertama tadi membeli meterai. Selanjutnya aku yang maju ke loket.
”Pak, kalau mengirim paket ini ke Malaysia berapa sih biayanya?” tanyaku.
Tidak lupa aku menyerahkan naskah kiriman itu. Penjaga loket itu segera menimbang naskah kirimanku. Timbangannya menunjukkan 340 gram, beratnya. Penjaga loket itu mulai melihat besarnya biaya kirim naskah kiriman dengan berat 340 gram.
”Biayanya bang kalau dikirim ke Malaysia sebesar delapan puluh delapan ribu rupiah. Kalau didolarkan sebesar 8,5 dolar. Bagaimana bang jadi tidak mengirimkan naskah kiriman ini?”
”Delapan puluh delapan ribu rupiah?”
Aku berpikir sebentar. Mahal juga ya? Tapi tidak apalah. Besarnya biaya tidak sebanding untuk menjalin persahabatan dengan orang lain. Berkorban sedikit tidak apalah.
”Kalau dikirim menggunakan perangko berapa pak?”
”Sama saja bang. Bedanya sedikit sekali. Kalau menggunakan perangko dengan berat kiriman seperti ini sebesar Delapan Puluh Ribu Rupiah.”
”Waw, sama besarnya. Tidak jauh beda harganya.”
”Okelah pak, naskah kirimanku harus dikirimkan.”
”Baiklah, bang.”
Dia mulai mengetik nama yang akan dituju dan namaku sebagai pengirim. Setelah selesai. Dia memberikan aku resi pengiriman. Lalu aku memberikan uang sebesar yang dikatakannya tadi. Penjaga loket itu menerimanya.
Aku melangkah keluar. Dalam melangkah keluar pos ini, benakku mengatakan suatu hal : Untuk menjalin persahabatan dibutuhkan pengorbanan dan melakukan perbuatan yang baik juga dibutuhkan pengorbanan. Berarti dalam mendapatkan sesuatu yang baik dibutuhkan pengorbanan.
Selain itu hatiku berujar.
Semoga saja naskah kiriman ini sampai kepada orang yang dituju, yaitu Abdul Latip Bin Talib, seorang penulis terkenal Malaysia. Semoga persahabatan kita tetap jaya untuk selamanya. Amin.
~&&&~

0 komentar: