Jumat, 27 Juni 2008

Pontianak, Sabtu, 5 Januari 2007

Kata-katamu teramat pedas. Menimbulkan ketidaksukaan penggemar salah satu peserta empat besar Stardut. Peserta empat besar itu adalah Rara, Decha, Abi, dan Puji. Kata-katamu terasa menusuk hatinya. Mereka menilaimu adalah mahluk egois dan tak berperasaan. Itu bukan saya yang mengatakannya. Tetapi penggemar Puji yang jauh dari pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya Durian Sebatang.
Penggemar Puji mengkritisimu, Beni Simanjuntak. Beni Simanjuntak yang mereka nilai terlalu berlebihan memberikan komentar kepada Puji. Tetapi kalau kepada peserta lain tidak pernah berbicara secara berlebihan. Mereka sangat menyesalkan tindakan yang kamu lakukan. Terlalu menjatuhkan privacy Puji di mata orang banyak.
Beni Simanjuntak, kamu pernah mengatakan bahwa seorang bintang tidak boleh membuka aib seseorang. Tetapi mengapa kamu sendiri membuka aib orang lain. Bukankah kamu sudah menjadi seorang bintang. Mengapa yang kamu katakan tidak sesuai dengan apa yang kamu perbuat? Seharusnya masalah pembicaraan Puji yang mengenai perseteruannya dengan Rara tidak perlu dibicarakan. Apalagi sampai didengar oleh seluruh penggemar Stardut yang ada di nusantara. Seharusnya kamu juga belajar menghargai perasaan orang lain.
Kalau kamu ingin memberikan perbaikan positif mengenai pribadinya. Sebaiknya tidak dibicarakan di depan orang banyak, tetapi bicarakanlah dengan Puji secara empat mata. Kamukan adalah orang tua yang mengayomi anaknya. Menginginkan anaknya menjadi maju. Apakah pantas menasihati masalah pribadi anaknya di depan orang banyak? Sehingga anak itu merasa malu. Cobalah sekali lagi kamu berpikir yang bijaksana, Beni Simanjuntak.
Saya seorang penulis hanya menyampaikan aspirasi mereka.
Saking kesalnya juga mereka ingin menyuratimu. Sebagai tanda protes kepada komentarmu yang terlalu menjatuhkan salah satu pribadi idola mereka, yaitu Puji. Tetapi hal itu terlalu jauh jaraknya. Akhirnya mereka memendam kekesalannya.
Semua orang mempunyai idolanya masing-masing. Mereka tahu, kamu juga mempunyai idola di Stardut itu. Tetapi jangan begitu.
Kamu terlalu menyudutkan peserta yang tidak kamu senangi. Seharusnya kamu dapat berpikir bijaksana dan arif. Karena orang bijaksana dan arif adalah orang yang bicara dengan kata yang amat sopan dan ramah serta kata-katanya tidak pernah menyakiti orang lain.
~&&&~

0 komentar: