Minggu, 29 Juni 2008

Tak Kepedulian Melahirkan Pandai

Ungkapkanlah semua keberatanmu
Dalam pesta tak berjiwa dan tak bernyawa
Memvisualisasikan kebekuan yang sudah jadi menu harian
Dalam perjamuan makan dan minuman para pejabat
Dihadiri konglomerat yang merasa dirinya sahabat
Bagian dari kehidupan yang dikerat-kerat
Seperti serpihan roti dicabik anjing yang datang dari barat

Di jantung diri dan pusat hatinya
Tak ada membersitkan miliaran kepedulian rasa
Dalam pesta ini yang sudah mendua
Melahirkan benih-benih pemimpin yang bermimpi
Mengenggam lekukan kehidupan di serambi intuisi
Tetapi bukan dari makanan serabi yang sudah memtradisi
Digemari ribuan anak negeri ini

Sekali ini tak usah lagi kamu berkata-kata
Sebab kata-katamu sudah tak bermakna
Dianggap seperti ranting dipatahkan badai
Lebih baik kamu memahirkan dirimu dengan pandai

Pandai berbuat
Pandai berdaulat
Pandai membuat selat
Dari musim-musim yang terus bersalat

Pontianak, 28062008

0 komentar: