Sabtu, 26 Juli 2008

Balai Berkuak, Kamis, 13 Maret 2008

Theresia sedang memperhatikan laptop saya. Dia tersenyum dan tertawa kecil.
”Capek deh. Usah gitulah. Oke deh.”
Hari ini adalah hari yang menciptakan banyak orang menjadi stres. Salah satunya adalah yang mengatakan capek deh barusan.
Tidak hanya dia yang stres. Saya juga latah dan tertular virus uring-uringan yang mendekati ke arah stres.
Stres di sini bukanlah gila atau sinting. Stres di sini lebih menekankan pada hal yang menyebabkan kejenuhan dan menampilkan sikap keanehan pada orang lain. Sikap aneh yang tidak biasanya dilakukan dalam bertingkah laku sehari-hari.
Hari ini banyak orang yang berada di samping, di depan, dan di belakang saya lagi terkena virus uring-uringan. Memikirkan buah cempedak yang tidak ada musimnya. Padahal banyak sekali dari mereka yang mengharapkan buah cempedak. Buah cempedak yang merupakan buah kegemaran mereka dan saya. Hehehe.... Ketahuan deh kalau semua orang di hari ini menyukai buah cempedak.
Dina yang duduk manis di samping saya menyela.
”Saya ingat waktu kamu ingin mengambil buah cempedak di krikak. Buah cempedaknya buanyak sekali. Ramai sekali. Ada monyet. Ada tupai.”
”Masak ada tupai di hutan. Hihihi.... Salah deh. Ganti ah. Ada burung. Burung yang berjenggot sampai burung yang tidak berjenggot.”
Burung apaan itu?
Uh, napas kesal saya lepaskan.
Kesal karena hari ini tidak mendapatkan apa-apa tetapi hanya mendapatkan canda tawa dalam kejenuhan dan keanehan.
Selamat jalan.
~&&&~

0 komentar: