Kamis, 10 Juli 2008

Balai Berkuak, Sabtu, 16 Februari 20008

Mengapa kerinduan saya padamu hadir seketika ini? Padahal sebelumnya saya tak pernah menciptakan kerinduan itu untuk hadir di sini. Padahal sebelumnya saya tak pernah mengajak kerinduan untuk mengilas balik bayanganmu di sana?
Selama ini kerinduan semacam itu terlalu langka untuk menyapa. Selama ini kerinduan semacam itu terlalu naif untuk bercokol di jiwa. Karena kerinduan semacam itu adalah kerinduan seorang musafir yang kehausan di padang pasir. Kerinduan semacam itu adalah kerinduan seorang santri yang haus untuk menuntut ilmu setuntas-tuntasnya. Kerinduan semacam itu adalah kerinduan insani yang menginginkan kekasihnya adalah seorang bidadari kayangan. Kerinduan semacam itu adalah kerinduan seorang anak untuk mendapatkan belaian kasih dan sayang seorang ibunya untuk selama-lamanya.
Allah, mungkinkah kerinduan itu Engkau yang menggerakannya?
~&&&~

0 komentar: