Sabtu, 26 Juli 2008

Balai Berkuak, Selasa, 11 Maret 2008

Teman, sudah lama kita berteman. Tapi mengapa saya, kamu perlakukan seperti ini. Seakan saya adalah orang asing yang baru kamu jumpai. Kamu tidak percaya dengan kesetiaan persahabatan yang kita bina bertahun-tahun. Sungguh sedihnya saya merasakan itu. Masak baru segelintir saja saya meminjam sesuatu darimu. Kamu sudah meminta dikembalikan secepat itu. Setelah kamu melihat saya ada sedikit kelebihan rezeki.
Teman, sungguh saya tersentak melihat perlakuanmu hari ini. Seakan kamu sudah meragukan kejujuran yang saya miliki untuk mengganti sesuatu yang saya pinjam itu. Padahal sudah bertahun-tahun kita menanamkan kejujuran itu. Berurat akar. Mengapa hari ini kejujuran itu harus kamu cemari dengan sikapmu yang seperti itu. Saya sedikit kecewa karena kamu telah mengabaikan saya sebagai temanmu.
Teman, sungguh saya tak bisa mengerti dengan tabiatmu hari ini.
Maafkan jika sekiranya saya salah menilaimu hari ini. Karena saya sungguh aneh melihat keganjilanmu. Keganjilan sikapmu yang tidak pernah terlihat dalam perjalanan persahabatan kita bertahun-tahun.
Teman, saya sadar bahwa saya adalah teman yang selalu harus mengalah dan bersabar demi sebuah kelanggengan sebuah persahabatan. Walau saya harus disesakkan dan dilukai dengan tingkah laku yang kiranya telah menyimpang dari aturan persahabatan yang kita bina selama ini. Hal itu selalu saya anggap sebuah kesilafan. Tetapi orang yang melakukan kesilafan itu tak pernah menyadari kesilafan yang dilakukannya.
Mungkinkah selamanya saya adalah seorang teman yang terus diabaikan?
Mungkinkah selamanya saya adalah seorang teman yang hanya dijadikan sebuah pelarian dalam kesedihan saja? Dalam kesenangan, saya tidak pernah dibagi?
Mungkinkah dan mungkinkah. Itulah yang bisa tersalurkan dalam goresan jiwa ini.

Mungkinkah dan mungkinkah. Semoga kamu tidak menjadi kenyataan.
Mungkinkah dan mungkinkah.
Semoga teman saya menyadari arti sebuah pertemanan yang sebenarnya. Bahwa pertemanan membutuhkan kemengertian dan hargai-menghargai dan menjaga perasaan temannya jangan sampai terluka.
~&&&~

0 komentar: